
Tom Holland sebagai Arvin yang hidupnya tak pernah jauh dari masalah. (IMDB)
Kehidupan di kota kecil tak setenang yang terlihat. Orang-orang yang tampak wajar dan tanpa cela bisa jadi menyimpan sisi gelap yang berbahaya.
---
Arvin Russell (Tom Holland) memiliki masa kecil yang suram. Sang ibu meninggal akibat kanker, sedangkan sang ayah yang putus asa lantaran menganggap doanya tak terkabul bunuh diri. Arvin akhirnya pindah dari Ohio ke West Virginia untuk hidup bersama sang nenek dan saudari tirinya yang disayangi Arvin dengan sepenuh hati, Lenora (Eliza Scanlen).
Sayangnya, watak Lenora yang baik hati mengundang bahaya. Dia sering diperlakukan semena-mena oleh teman-temannya di sekolah. Sampai suatu ketika, seorang pendeta muda Preston Teagardin (Robert Pattinson) datang melayani di gereja tempat Lenora beribadat. Arvin tak sadar bahwa bahaya masih mengancam adiknya dan dirinya.
Disutradarai Antonio Campos, secara keseluruhan film adaptasi novel thriller berjudul sama itu cukup mudah diikuti. Film orisinal Netflix yang dirilis pada 11 September 2020 tersebut memiliki alur maju-mundur. Namun, konflik yang disajikan cukup jelas: seorang anak muda yang hidupnya tak bisa 100 persen tenang karena selalu bertemu dengan masalah dan orang yang mencurigakan. ”Ada beberapa bagian yang membingungkan, tapi kita bisa langsung memahami. Apalagi, ada bantuan dari narator,” ujar Richard Roeper, kolumnis film Chicago Sun-Times.
Unsur thriller psikologis muncul dari pemilihan karakter yang seolah tampak tak bercela atau biasa, tetapi akhirnya menunjukkan sisi gelap mereka. Misalnya, pasangan pelayan Sandy (Riley Keough) dan Carl (Jason Clarke) yang punya sisi gelap cenderung abnormal. Sang sutradara dibantu saudaranya, Paulo Campos, secara perlahan tapi mencekam memunculkan sisi gelap dari sejumlah karakter.
Campos bersaudara juga menyajikan cerita kriminal thriller secara apik dengan latar kehidupan religius. Tak selamanya mereka yang dianggap paling paham agama adalah sosok yang sempurna. Bisa jadi, mereka adalah sosok penjahat yang ”berlindung” di balik kedok.
Setting visual dan audio juga patut diapresiasi karena berhasil membuat bulu kuduk berdiri dengan memilih lokasi hutan, kota kecil, dan rumah tua yang amat mendukung cerita. Dibalut scoring yang kadang membuat kita merasa ikut tak nyaman dengan situasi berbahaya yang dihadapi Arvin. ”Semuanya serba dikerjakan secara profesional,” kata Manohla Dargis, reviewer film New York Times.
Daya tarik lain dari film tersebut adalah jajaran cast yang bertabur bintang. Holland berhasil menampilkan sisi lain dirinya, keluar dari karakter Peter Parker alias Spider-Man. Arvin memang seusia Parker, tetapi pembawaannya lebih diam. ”Pokoknya, aku selalu cari peran yang menantang kemampuanku. Ini semua baru untukku, mulai sutradaranya hingga genre filmnya,” ungkap Holland sebagaimana dikutip Movieweb.
Pattinson pun berhasil menghidupkan karakter pendeta. Aksen Southern-nya bahkan menjadi perbincangan selain karakternya yang mencurigakan dan tinggi hati. Hilang sudah sosok vampir cool yang diperankannya di franchise Twilight.
Meski memiliki jajaran cast yang populer dan berkemampuan akting mumpuni, rupanya Campos bersaudara masih kurang melakukan eksplorasi. Sepanjang film, hanya karakter Arvin dan ayahnya (Bill Skarsgard) yang latar belakangnya jelas. Selebihnya, menurut Dargis, Campos bersaudara seolah tak menunjukkan ketertarikan untuk menyingkap latar belakang karakter penting lainnya.
The Devil All the Time cocok bagi mereka yang ingin menyaksikan sisi lain Holland dan Pattinson. Apalagi, adegan saat mereka beradu akting cukup mencekam sekaligus menarik.
---
THE DEVIL ALL THE TIME
Sutradara: Antonio Campos
Produser: Jake Gyllenhaal, Randall Poster
Pemeran: Tom Holland, Robert Pattinson, Bill Skarsgard, Haley Bennett, Sebastian Stan
Genre: Psychological thriller, crime, drama
Durasi: 138 menit
TRIVIA

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
