
Sudah empat bulan JKT48 meniadakan pertunjukan teater dan menggantinya dengan live streaming.(DentsuXentertainment via Instagram JKT48)
JawaPos.com – Pandemi virus korona jenis baru (Covid-19) menghantam berbagai sektor. Termasuk dunia hiburan yang berimbas pada grup idola JKT48. Berbagai kegiatan terutama pertunjukan rutin di teater yang dihentikan membuat pemasukan berkurang. Bagaimana kondisi JKT48 saat ini?
Bagi yang bukan penggemar, pertunjukan rutin di Teater JK48 yang berlokasi di lantai 4 mal FX Sudirman seperti pondasi rumah. Implementasi dari konsep idol you can meet atau idola yang dapat ditemui setiap hari. Di teater, penggemar dan idolanya bisa bertinteraksi secara langsung.
Dalam sekali pertunjukan, teater tersebut mampu menampung 300 penggemar. Harga tiketnya Rp 120 ribu. Teater beroperasi setiap hari, kecuali Senin. Meski JKT48 sudah berusia delapan tahun, animo fans untuk menonton tetap tinggi. Pertunjukan teater kerap full house.
Namun, pandemi mengubah semuanya. Teater JKT48 yang mengumpulkan banyak orang dalam satu tempat kena imbas aturan larangan berkumpul. Mulai 17 Maret 2020, teater tidak beroperasi. Dari yang awalnya hanya ditutup sementara, berlangsung hingga sekarang.
Itu berarti, hingga hari ini, teater sudah tidak beroperasi selama 130 hari atau empat bulan delapan hari. Pada Selasa (21/7), GM Teater JKT48 Melody Nurramdhani Laksani mengakui jika dampak pandemi sangat berat. Pertunjukan teater dan handshake event tidak dapat digelar. Begitu juga job off air, banyak yang batal atau ditunda.
’’Di satu sisi, untuk tetap menjalankan grup ini tetap ada berbagai pengeluaran yang tidak bisa dihindari,’’ kata Melody saat ditemui di FX Sudirman.
Mantan member JKT48 itu belum tahu pasti kapan teater akan beroperasi lagi. Yang pasti, manajemen terus mempersiapkan diri. Seperti melakukan simulasi pertunjukan di era new normal. Seperti mengurangi kapasitas hingga sepertiga atau menjadi 100 orang, hingga penerapan protokol kesehatan.
Menonton pertunjukan JKT48 memang tidak seperti show penyanyi lain. Fans JKT48 sangat bersemangat dan kerap meneriakkan chant atau member call. Ini meningkatkan risiko droplet yang merupakan salah satu cara menyebarnya Covid-19. Itulah kenapa, nanti pasti ada banyak penyesuaian. ’’Saat kita mulai buka lagi, harus mengikuti protokol kesehatan demi keamanan dan kenyamanan semua pihak,’’ tutur Melody.
Photo
Proses produksi pertunjukan teater live streaming dilakukan tanpa melibatkan fans. (DentsuXentertainment via Instagram JKT48)
Untuk live streaming, ada keuntungan juga bagi member JKT48. Sebab, mereka akhirnya bisa bertemu lagi, naik panggung lagi, dan perform lagi. Manajemen bungah karena respons fans di sosial media juga positif. Hal yang makin membuat member ingin kembali tanpil rutin di teater.
’’Kangennya fans mungkin terobati. Tapi kangennya member melihat ada fans yang menonton mereka perform justru belum. Sebab, fans tidak hadir secara fisik,’’ ucap Melody.
Sebagai mantan member JKT48, Melody tahu betul bagaimana bedanya perform di depan fans dan hanya kamera. Dia bilang, show di teater itu punya ciri khas interaksi dengan penggemar. Jadi, tidak hanya satu arah dari member saja. Makin meriah karena ada teriakan dan chant dari fans yang memberikan energi kepada member.
Menurut Melody, itu adalah dua unsur yang menyatu. Membentuk atmosfir hingga adrenalin yang luar biasa. ’’Itu sih yang live streaming dengan segala kelebihannya tidak bisa menggantikan pertunjukan langsung di depan fans,’’ jelasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=DyZ9uyYqemM
https://www.youtube.com/watch?v=tu6vmV3UU04
https://www.youtube.com/watch?v=T7XPSO_aL3k

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
