Marco Bezzecchi (Instagram @marcobez72)
JawaPos.com – Kepala tim Aprilia MotoGP, Paolo Bonora, menegaskan peningkatan sistem pengereman mesin RS-GP menjadi kunci performa tim yang lebih konsisten di berbagai lintasan.
Menurutnya, pembaruan itu membantu motor lebih kuat di trek dengan karakter stop-and-go yang sebelumnya menjadi kelemahan Aprilia.
Dilansir dari laman Crash pada Selasa (26/8), selama beberapa musim, RS-GP dikenal lebih kompetitif di lintasan cepat dan mengalir, terbukti dengan lima kemenangan grand prix yang diraih di Rio Honda, COTA, Barcelona, dan Silverstone.
Baca Juga: Bukayo Saka Dikabarkan Akan Absen Selama 4 Minggu karena Cedera Hamstring yang Dialaminya
Namun, hasil di Grand Prix Austria dan Hungaria menunjukkan langkah maju signifikan di trek dengan zona pengereman keras.
Marco Bezzecchi tampil impresif di Red Bull Ring dengan merebut pole position dan memimpin sebagian besar balapan sebelum finis di posisi ketiga. Performa serupa kembali ditunjukkan di Balaton Park, Hungaria, ketika ia start dari posisi kedua dan berhasil mempertahankan podium ketiga.
Bonora mengungkapkan, peningkatan datang dari pengaturan elektronik yang lebih baik, khususnya pada fase pengereman awal. Sistem baru membuat motor lebih stabil serta mengurangi risiko penguncian roda belakang.
Hal itu memberi keuntungan besar dalam pertarungan di tikungan, sekaligus menyulitkan lawan untuk melakukan manuver menyalip.
Efektivitas sistem itu terlihat jelas di Balaton Park, ketika Bezzecchi berhasil menahan serangan Marc Marquez di dua titik pengereman keras, yakni Tikungan 1 dan 5.
Pertahanan solid di fase awal tikungan membuat Bezzecchi mampu mempertahankan posisinya sepanjang balapan hingga garis finis.
Dengan hasil tersebut, Aprilia masih berada di posisi kedua klasemen konstruktor. Meski demikian, tekanan semakin besar karena KTM hanya terpaut 13 poin, setelah Pedro Acosta berhasil mengungguli Bezzecchi di Grand Prix Hungaria untuk mengamankan posisi kedua.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
