
Pecco Bagnaia (Dok. Crash)
JawaPos.com - Tim Ducati MotoGP menyatakan bahwa mereka tengah berupaya penuh untuk melindungi Pecco Bagnaia usai tampil mengecewakan pada Grand Prix Indonesia 2025.
Dilansir dari laman Crash pada Senin (6/10), bos tim Ducati, Davide Tardozzi, mengungkapkan bahwa Bagnaia dalam kondisi emosional yang sulit setelah gagal menyelesaikan balapan di Sirkuit Mandalika.
Menurut Tardozzi, tim memilih untuk menjaga ruang pribadi sang pembalap agar dapat memulihkan diri secara mental.
Pecco Bagnaia, yang seminggu sebelumnya tampil dominan di Grand Prix Jepang, justru mengalami penurunan performa drastis di Mandalika. Ia memulai balapan dari posisi ke-16 dan tertinggal jauh dari para pesaing sebelum akhirnya terjatuh dan gagal finis.
Kondisi tersebut membuat juara dunia dua kali itu terlihat frustrasi dan memilih absen dari sesi media setelah lomba.
Tardozzi menjelaskan bahwa absennya Bagnaia dari wawancara bukan karena alasan fisik, melainkan untuk melindungi emosinya. Ia menyebut sang pembalap dalam keadaan hancur baik secara pribadi maupun profesional.
"Dia sangat sensitif dan kecewa, jadi kami ingin melindunginya dari tekanan publik," ujar Tardozzi.
Manajer tim menambahkan bahwa Bagnaia adalah sosok yang selalu berusaha keras untuk mengatasi keterpurukan. Namun, dalam kondisi seperti ini, Ducati menilai lebih baik memberi waktu bagi sang pembalap untuk menenangkan diri.
"Kami ingin dia kembali dengan mental yang kuat saat tampil di Phillip Island nanti," tambah Tordozzi.
Penurunan performa Bagnaia memunculkan spekulasi mengenai hubungannya dengan pihak pabrikan Ducati.
Rumor beredar bahwa Bagnaia sempat menggunakan mesin versi 2025 pada sesi uji coba di Misano, yang disebut-sebut menjadi faktor kebangkitannya di Jepang.
Meski demikian, Ducati enggan mengonfirmasi kabar tersebut dan memilih fokus pada pemulihan mental sang juara dunia.
Tardozzi menegaskan bahwa kepercayaan antara Bagnaia dan Ducati masih sangat kuat meski menghadapi masa sulit. Ia meyakini Bagnaia memahami bahwa tim selalu berusaha maksimal untuk mendukungnya.
"Selama tujuh tahun bersama, kami telah membangun hubungan yang kuat, baik secara teknis maupun pribadi. Kami melindungi Pecco bukan hanya sebagai pembalap, tapi juga sebagai manusia," tutup Tordozzi.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
