
Ilustrasi: bullying anak-anak.
JawaPos.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan menemui anak-anak pelaku dan korban JSZ atau SB, yang diduga menjadi korban perundungan (bullying) lantaran isu SARA. Hal itu akan dilakukan KPAI dalam beberapa hari ke depan.
”Karena KPAI menunggu situasi mereda, cooling down dulu demi kepentingan anak-anak. Ini kan melibatkan anak-anak, jadi kita harus pikirkan mempertimbangkan kondisi psikologis anak-anak," kata Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/11).
Selain itu, kata Retno, sekolah harus kondusif demi kepentingan keberlasungan belajar anak-anak lain, apalagi menjelang akhir semester.
Menurut Retno, KPAI akan segera menemui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta pada Senin depan untuk membicarakan jaminan hak atas pendidikan SB. Hal itu jika tetap bersekolah di tempat yang sama atau jika ingin pindah sekolah sebagaimana pernah dilontarkan oleh ibunda SB kepada pihak sekolah.
“Yang perlu dipikirkan sekarang adalah kondisi ananda SB yang sudah tidak masuk sekolah cukup lama, KPAI akan meminta sekolah membantu SB mengejar ketinggalan pelajarannya. Kalau mau pindah sekolah kan harus menunggu rapor semester ganjil yang akan dibagikan pada Desember nanti,” ujar Retno.
Terkait rencana kepindahan sekolah SB, KPAI akan meminta pihak sekolah dan Dinas Pendidikan membantu sesuai tupoksi masing-masing.
“Yang pasti, pihak sekolah sudah menyatakan ke KPAI bahwa jika ananda SB masih mau bersekolah di SDN Pekayon maka pihak sekolah menyambut dengan hangat, dan jika ingin pindah sekolah maka pihak sekolah juga siap membantu,” lanjutnya.
Retno menambahkan, berdasar penjelasan sekolah saat KPAI mengawasi langsung, orang tua SB tidak pernah melapor ke sekolah terkait dugaan tindak kekerasan dan persekusi yang dialami SB. Sekolah mengaku baru mengetahui SB mengalami kekerasan fisik berupa penusukan pena di tangan pasca viralnya pernyataan paman SB di media sosial Facebook.
Hal ini yang diduga kuat menjadi alasan bagi orang tua SB yang berencana memindahkannya ke sekolah lain setelah pembagian rapor semester ganjil.
Sekolah memang mengakui bahwa SB tidak masuk selama seminggu. Namun, belum tahu alasannya karena pihak sekolah belum sempat melakukan home visit kala itu dengan dalih wali kelas SB juga sedang sakit. Terkait temuan ini, KPAI akan meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi.
Kasus penusukan dengan pena oleh dua teman sekelas SB kemudian diselesaikan melalui mediasi di Polsek Pasar Rebo pada 31 Oktober 2017. Namun, dari penelusuran KPAI di sekolah, saat penusukan dengan pena, sama sekali tidak ada pernyataan “bunuh, bunuh” dari kedua pelaku.
"Mediasi dilakukan tanpa kehadiran pelaku maupun korban, hanya dihadiri oleh orang tua masing-masih pihak," paparnya.
Pasca mediasi tersebut, KPAI akan menemui keluarga pelaku maupun keluarga korban untuk kepentingan pemulihan psikologis terhadap anak-anak.
"Jika ada trauma healing terhadap anak pelaku maupun anak korban, maka KPAI akan membantu pemulihan psikologisnya dengan merujuk pada P2TP2A Jakarta,” ungkap Retno.
Khusus pada orang tua SB, KPAI juga akan mendalami rencana kepindahan sekolah jika memang hal tersebut demi kepentingan terbaik bagi anak.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
