
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Lokbin Taman Kota Intan.
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat telah meresmikan revitalisasi kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, Kamis (5/10) malam. Dimulai dari Jembatan Budaya di Kali Besar, Gedung Kerta Niaga, Museum Fatahillah, dan Lokasi Binaan (Lokbin) Taman Kota Intan di Jalan Cengkeh.
Dia menceritakan, proses perjalanan panjang revitalisasi kawasan Kota Tua yang awalnya digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Kemudian, direalisasikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaha Purnama (Ahok) pada awal tahun 2017.
"Tentunya proses ini tidak bisa lepas dari pemikiran awal yang digagas Pak Jokowi tahun 2012-2013, kemudian dikongkritkan dengan Pak Ahok di awal tahun 2017 dan saya yang menutup," ujarnya di lokasi, Kamis (5/10).
Mantan Wali Kota Blitar itu menyebut, DKI Jakarta sangat luar biasa. Sebab merupakan satu-satunya provinsi yang melahirkan tiga Gubernur dan dua Wakil Gubernur dalam satu periode. Bahkan, mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kini menjadi Presiden RI.
"Dalam satu periode ada tiga Gubernur, ini hanya terjadi di Jakarta. Di dalam nya juga ada dua Wakil Gubernur. Sejarah juga Pak Jokowi jadi Presiden RI," seru dia.
Dirinya mengaku bangga, lantaran di akhir masa jabatannya yang kurang dari 10 hari lagi bisa mengambil bagian dari revitalisasi kawasan wisata Kota Tua. "Kita deklarasikan, wisata malam kuliner Kota Tua. Wisata sehat berkuliner dengan berjalan kaki," katanya.
Pantauan JawaPos.com, kawasan Museum Fatahillah telah mengalami banyak perubahan. Mulai dari cat dinding yang baru, penataan sekitarnya hingga adanya pintu masuk yang baru, yakni di sebelah barat Museum.
Djarot mengungkap keistimewaan Kota Tua yang memancarkan auranya. Ditambah datangnya bulan purnama yang menyinari dan membuat aura kawasan wisata tersebut memancar semalaman.
Baginya, Fatahillah menjadi satu Museum yang memiliki sejarah besar sejak berabad tahun yang lalu. Betapa menggambarkan budaya rakyat Indonesia khususanya Jakarta yang tertib, kerja keras, menghargai, menghormati, toleransi, bergotong-royong dan tidak egois.
"Kita bisa merasakan aura Kota Tua, kita bisa menyaksikan sebenarnya budaya Jakarta, budaya manusia yang hidup di dunia sudah dimulai berabad-abad tahun yang lalu. Sinar bulan purnama ini diharapkan betul betul menyinari hati sanubari kita," tutur dia.
Sementara itu, proses revitalisasi kawasan Kota Tua dipercepat untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Provinsi DKI Jakarta dan siap untuk menerima dan mendukung ajang internasional ASIAN GAMES 2018 sebagai salah satu tujuan wisata bagi delegasi peserta event besar skala internasional tersebut.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
