
Ilustrasi
JawaPos.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Efendi mendapat kecaman setelah menggusur ratusan rumah warga di Kampung Jakasetia, Pekayon, Bekasi. Sebab, Pemkot Bekasi dinilai tidak memberikan ganti rugi terhadap warga yang kediamannya diratakan dengan tanah tersebut.
Lembaga Bantuan Hukum Bekasi dan Aktivis '98 memberikan bantuan advokasi kepada warga. Menurut Direktur LBH Bekasi Agus Rihat P Manalu, warga yang digusur tak terima tindakan pemkot yang dianggap semena-mena. Ditambah lagi tak adanya ganti rugi, tentu ini semakin membuat warga kesal.
“Apa yang sudah dilakukan pemerintah itu semena-mena, hak warga akan kami perjuangkan. Wali Kota mesti bertanggungjawab atas perbuatannya,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/2).
Bahkan pihaknya mengaku telah mempolisikan tindakan itu ke Bareskrim Polri dengan nomor regestrasi LP/1258/XII/2016/Bareskrim atas tuduhan Pasal 406 KUHP dan 170 KUHP tentang Perusakan Barang Orang Lain. Laporan ini dilakukan pada pertengahan Desember 2016.
Atas pelaporan itu juga dia meminta polisi segera olah tempat kejadian perkara dan memeriksa Wali Kota Bekasi Rahmat Efendi dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi Cecep Suherlan. Di mana kedua orang itu menjadi terlapor di perkara tersebut.
Sementara itu, Anton Aritonang selaku pendiri Forum Bersama (Forbes) menambahkan, penggusuran warga yang dilakukan Pemkot Bekasi itu adalah penistaan terhadap manusia.
"Wali Kota Bekasi tidak mempunyai kapasitas yang layak sebagai pemimpin di Kota Bekasi. Sebab, persoalan relokasi warga hanya diselesaikan dengan cara hanya menggusur warga," tegas Anton.
Dia menerangkan, akibat penggusuran ini, banyak warga harus kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal. Belum lagi anak-anak harus beradaptasi dengan lingkungan baru lantaran rumahnya sudah digusur.
"Saya memastikan akan menggalang dukungan penuh kepada korban penggusuran untuk melakukan perlawanan terhadap pemimpin yang semena-mena," tandas Anton. (elf/JPG)

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
