
Salah satu pasukan oranye yang mengadu ke Ahok di Rumah Lembang.
JawaPos.com - 14 Pekerja Harian Lepas (PHL) Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur mendatangi Rumah Lembang, Rabu (18/1) siang ini. Mereka mengadu ihwal kejelasan status sebagai PHL yang kini sedang terkatung-katung.
Salah seorang PHL, Suadji sudah bekerja sebagai PHL di Jatinegara, Jakarta Timur sejak tahun 2013. Namun pada 3 Januari kemarin kontrak mereka diakhiri. "Nilai kami dibilang tidak cukup untuk memenuhi persyaratan. Padahal kami sudah lengkapi semua berkas dan ikut tes urinenya segala macem," kata Suadji di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.
Suadji bercerita, dia bersama kawan-kawan pada tanggal 27 Desember mengurus perpanjangan kontrak dengan membawa berkas. Mulai dari KTP, NPWP hingga ung sebesar Rp 300 ribu untuk tes urinenya juga sudah dikumpulkan. "Tanggal 31 Desember nama sudah terpampang di board kalau kami lulus. Sudah ada undangan untuk nego gaji juga," terangnya.
Bahkan, Suadji dan teman-temannya diminta masuk untuk piket malam tahun baru. Dirinya dan teman lainnya baru pulang pukul 05.00 WIB setelah piket tahun baru.
Namun betapa kagetnya ketika tanggal 3 Januari, Suadji menemukan namanya tak lolos sebagai PHL tahun ini. "Sepulang kerja hari Selasa, 3 Januari dikasih tulisan tidak boleh dilanjutkan karena tak lolos," sesalnya.
Sontak dia tidak menerima kondisi tersebut. Pasalnya ada puluhan pekerja lain yang juga tak lolos. Padahal mereka adalah PHL lama yang sudah bekerja sejak dulu. Sementara PHL yang baru diterima merupakan PHL yang baru bekerja.
Suadji mengaku sudah bertemu dengan Kasudin Kebersihan Jakarta Timur. Mereka dijanjikan bekerja mulai Maret. Namun mereka tak terima dan khawatir akan banyak perubahan terjadi. "Kami enggak puas. Nanti kalau Pergub ganti gimana macem-macem. Kami mau makan apa," ucapnya.
"Tadi pagi kami ketemu Sumarsono tapi disuruh datang besok. Makanya kami inisiatif ketemu pak Ahok," tambah dia. Hari ini Suadji bersama pasukan oranye lainnya ingin meminta bantuan dari Ahok. Namun sayangnya Suadji tak bisa menemui Ahok lantaran seragam yang ia pakai merupakan milik Pemprov DKI. (uya/JPG)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
