
Ilustrasi
JawaPos.com - Pembunuhan seorang remaja terjadi di Gang Taman, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Pelakunya tak lain teman bermain korban. Tomi (16) mengalami luka tusuk senjata tajam dibagian leher. Pelaku inisial MA (17) akhirnya menyerahkan diri.
"Tiga jam setelah terjadinya kasus pembunuhan tersebut, pelaku berhasil kami tangkap. Tersangka dengan didampingi keluarganya menyerahkan diri setelah petugas mengepung rumahnya," kata Kapolres Jakut Kombes Pol M Awal Chairudin, Selasa (17/1).
Terungkapnya kasus tersebut, setelah kepolisian, pada Senin lalu mendapatkan laporan bahwa ada ABG bersimbah darah dan sudah tidak bernyawa di Gang Taman, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Dengan luka tusuk pada kepala kanan. Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui korban bernama Tomi (16).
Korban biasa main warnet di Kalibaru. Setelah diketahui identitas pelaku, anggota melakukan penyelidikan. Namun, saat proses pengejaran, pelaku yang ditemani keluarganya akhirnya menyerahkan diri. "Setelah petugas mengepung rumahnya, pelaku mengakui perbuatannya. Penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia," ungkap Awal.
Adapun motif pembunuhan itu, kata Awal karena tersangka dendam dengan korban. Yakni karena pernah dipalak Rp 3.000. Adapun tersangka sebelum melakukan pembunuhan, sudah mengintai korban. Saat hujan lebat, pelaku sudah mengintai korban yang sedang berada di rumah rekannya.
"Saat hujan reda, korban kemudian keluar rumah. Pelaku dari arah belakang, menggunakan gunting menusuk leher korban, karena lukanya parah, korban meninggal dunia di tempat kejadian," jelas Awal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban dan tersangka merupakan teman. Adapun tersangka masih SMP. Mereka biasa mangkal di warnet Pakgia Kalibaru. Warnet itu buka hampir 24 jam.
"Pengawasan warnet harus diperketat. Warnet yang buka hampir ada yang 24 jam, kami perlu menyarankan pemkot, tempat bermain seperti warnet, perlu pengawasan," tandas Awal.
"Sebab ada yang jadi tempat untuk pacaran. Mungkin juga untuk tempat minum-minuman keras, narkoba dan seks bebas. Karena itu perlu ada pembatasan waktu, sampai jam 22.00 lah maksimal," pungkas Awal. (dai/yuz/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
