Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Juli 2017 | 00.36 WIB

Enam Pengunjung Karaoke Positif Narkoba, Tempat Hiburan Malam Dirangkul

CARI JEJAK: Para pengunjung mengantre tes urine di salah satu tempat hiburan malam. AKBP Wisnu Chandra (kanan) mengecek daftar nama-nama pengunjung. - Image

CARI JEJAK: Para pengunjung mengantre tes urine di salah satu tempat hiburan malam. AKBP Wisnu Chandra (kanan) mengecek daftar nama-nama pengunjung.


JawaPos.com – Peredaran narkoba di kelab malam masih marak. Buktinya, urine enam pengunjung di salah satu tempat hiburan malam di Surabaya positif mengandung zat adiktif itu. Temuan tersebut merupakan hasil kerja operasi gabungan antara BNNP Jatim, BNNK Surabaya, TNI, satpol PP, dan Polda Jatim hingga Minggu(9/7) dini hari.



Sebanyak 113 personel gabungan diterjunkan dalam operasi itu. Mereka memeriksa pengunjung di empat tempat hiburan malam. Berangkat pukul 23.00, para petugas sempat dibuat kecewa. Sebab, tempat hiburan malam di daerah Semut yang didatangi mereka sepi. Padahal, tempat tersebut selalu ramai,apalagi saat malam minggu. ’’Waduh, kok sepi.Ini pasti bocor duluan,’’ ujar Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti malam itu.



Tim gabungan tidak berlama-lama di sana. Mereka bergeser ke tempat hiburan malam di daerah Siola. Ternyata, tempat karaoke dewasa tersebut sedang ramai.



Satu per satu pengunjung lantas diminta menjalani tes urine. Tujuannya, membuktikan apakah mereka bersih atau berada di bawah pengaruh barang haram itu. Di tempat hiburan yang berdiri sejak puluhan tahun lalu tersebut, petugas mendapati enam orang yang positif mengandung methamphetamin dan amphetamin. ’’Saya habis minum obat flu yang dibeli di warung sebelum berangkat,’’kata Fitri Fatmawati, salah seorang pengunjung yang terjaring saat itu.



Namun, alasan apapun tidak digubris petugas. Fitri dan lima orang lainnya digelandang masuk ke mobil tahanan BNNK Surabaya.



Kabid Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Candra menargetkan bisa mengungkap sindikasi narkoba yang biasa beroperasi di tempat hiburan malam. ’’Mereka akan dites lanjutan.Penyidik bakal memastikan apakah mereka hanya pengguna atau terlibat dalam sindikat,’’tuturnya.



Polisi asal Bandung itu berharap razia tersebut bisa membatasi ruang gerak para pengedar dan pemakai. ’’Razia akan terus kami lakukan,” ucapnya.



Wisnu mengimbau para pengusaha tempat hiburan malam lebih menjaga tempat hiburan masing-masingagar tidak menjadi ladang peredaran narkoba. Dia juga meminta masyarakat memilih tempat hiburan yang sehat dan tidak rawan penyalahgunaan narkoba.



Sementara itu, Rudhy Wedhasmara,pembina Yayasan Our Right to be Independent (Orbit) Surabaya, menyatakan bahwa peredaran narkoba di tempat hiburan malam patut menjadi perhatian. Sebab, tempat hiburan kerap jadi sasaran tembak para bandar atau pengedar. ’’Banyak kaki tangan yang tidak hanya menyusupkan orangnya untuk bekerja di tempat hiburan, tetapi juga menaruh orang sebagai member di tempat hiburan tersebut. Jadi, mereka dapat leluasa mengedarkan narkoba,’’ terangpria 36 tahun itu.



Kendati demikian, Rudhy tidak mau terus mengambinghitamkan tempat hiburan malam. Menurut dia, tempat hiburan malam perlu dirangkul melalui pencegahan dan penanggulangan narkoba secara efektif. (aji/c18/git)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore