
LAPANGKAN HATI: Peziarah sedang membaca Yasin dan Tahlil di kompleks makam KH Ali Mas’ud atau Mbah Ud di Desa Pagerwojo, Buduran, menjelang akhir Mei 2017.
Banyak pilihan tempat wisata di Sidoarjo. Beberapa spot wisata religi termasuk di dalamnya. Mulai makam kiai besar yang terus didatangi para peziarah hingga masjid tua yang bersejarah.
MAKAM KH Ali Mas’ud yang biasa disapa Mbah Ud di Desa Pagerwojo, Buduran, itu nyaris tidak pernah sepi, bahkan saat hari biasa. Tetapi, pengunjung biasanya lebih ramai menjelang masuk waktu salat Magrib. Terutama pada malam Jumat legi. Ada yang datang sendirian, bersama keluarga, atau rombongan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.
’’Kalau haul selalu ramai,’’ kata Kepala Desa Pagerwojo Achmad Zaeni. Ribuan orang berkumpul, menggelar tahlil, dan doa bersama. Apalagi, tidak jauh dari makam tersebut, juga berdiri Masjid KH Ali Mas’ud. Haul itu diperingati setiap 27 Rajab.
’’Jadi, salah satu acara yang meriah di desa ini,’’ ungkap Zaeni. Para pejabat juga hadir. Antara lain, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin, serta Ketua DPRD Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan.
Warga sekitar ikut merasakan semaraknya. Pedagang mendapat berkah. Mereka biasa berjualan di sepanjang jalan, mulai depan Balai Desa Pagerwojo hingga gang yang mengarah ke makam.
Abdurrahman Kholil, cucu Nyai Masrifah, kakak Mbah Ud, menuturkan bahwa semasa hidup banyak orang yang merasa menerima berkah dan harapannya tercapai setelah didoakan oleh Mbah Ud. ’’Doa Mbah Ud itu mustajab. Semasa hidup banyak orang yang mendekatinya ingin didoakan,’’ ujarnya.
Mbah Ud, lanjut dia, dikenal sebagai wali yang unik. Salah satunya, Mbah Ud tidak pernah terlihat belajar mengaji. Mbah Ud juga tidak sekolah. Anehnya, Mbah Ud hafal Alquran. ’’Bapaknya, KH Said, dulu punya pesantren di Desa Sidokerto,’’ ucap Abdurrahman.
Ada sebuah kisah tentang keistimewaan Mbah Ud yang cukup tenar. Suatu ketika, Muhammad Kholil, keponakan Mbah Ud, memegang kaki Mbah Ud yang sedang tidur. Spontan Mbah Ud terbangun. ’’Beliau (Mbah Ud) lantas mengatakan dengan agak marah, orang sedang berzikir kok dibangunin,’’ tiru Abdurrahman.
Mbah Ud juga dikenal sering memberi ’’isyarat’’ yang hasilnya terbukti. Pernah datang seorang perempuan hamil. Mbah Ud menyarankan agar anak dalam kandungan itu diberi nama Fatimah. Sang calon ibu itu heran karena Fatimah adalah nama perempuan. Padahal, saat itu belum ada yang tahu anak yang dikandungnya perempuan atau laki-laki. Eh, saat melahirkan, anak tersebut memang benar-benar perempuan. (uzi/c20/pri)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
