Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Februari 2026 | 19.04 WIB

Liburan Saat Ramadhan Tanpa Batal Puasa, 7 Tips dan Destinasi Alternatif yang Bisa Dicoba

Ilustrasi keindahan alam objek wisata di Magelang. (Radar Magelang).

JawaPos.com - Bulan Ramadhan kerap dianggap bukan waktu ideal untuk bepergian. Energi terbatas, cuaca panas, dan ritme aktivitas yang berubah membuat sebagian orang memilih menunda liburan.

Namun, benarkah berwisata saat berpuasa tidak memungkinkan? Faktanya, perjalanan tetap bisa dilakukan selama direncanakan dengan cermat.

Kuncinya bukan pada seberapa jauh destinasi yang dituju, melainkan bagaimana mengatur tempo perjalanan agar selaras dengan kondisi tubuh dan suasana Ramadhan yang lebih reflektif. Berikut tujuh tips yang bisa menjadi panduan.

1. Ubah Mindset: Dari Liburan Aktif ke Slow Travel

Ramadhan bukan momen untuk mengejar checklist destinasi. Justru ini waktu yang tepat untuk mencoba konsep slow travel—menikmati suasana tanpa tergesa.

Alih-alih berpindah-pindah tempat dalam sehari, pilih satu atau dua lokasi yang benar-benar ingin dinikmati. Duduk santai di kafe menjelang berbuka, berjalan ringan di kawasan heritage, atau menikmati udara pegunungan bisa terasa jauh lebih bermakna.

2. Pilih Kota Berudara Sejuk agar Tubuh Tidak Cepat Lelah

Cuaca berpengaruh besar terhadap stamina saat puasa. Kota dengan suhu relatif dingin membantu tubuh lebih stabil. Beberapa alternatif yang kerap menjadi pilihan wisatawan domestik antara lain Malang, Batu dan Bandung atau tempat yang iklimnya mirip-mirip. Sejuk.

Di Batu, misalnya, wisata keluarga seperti Jawa Timur Park menawarkan wahana edukatif dan rekreasi yang bisa disesuaikan dengan energi pengunjung. Datang di pagi hari atau menjelang sore menjadi waktu paling ideal.

3. Atur Waktu Aktivitas, Hindari Jam Terik

Saat berpuasa, strategi waktu menjadi krusial. Aktivitas luar ruang sebaiknya dilakukan pukul 08.00–11.00 atau setelah pukul 16.30 sambil menunggu berbuka.

Di sela waktu tersebut, manfaatkan istirahat di hotel atau ruang indoor ber-AC. Jangan memaksakan agenda padat dalam satu hari.

4. Staycation Bisa Jadi Pilihan Paling Realistis

Jika khawatir kelelahan, staycation adalah opsi paling aman. Menginap di hotel dengan fasilitas lengkap memungkinkan Anda tetap menikmati suasana liburan tanpa mobilitas berlebihan.

Beberapa hotel di Malang dan Batu menawarkan panorama pegunungan yang tenang, cocok untuk Ramadhan yang lebih kontemplatif. Banyak pula properti yang menyediakan paket iftar atau sahur praktis bagi tamu.

5. Wisata Religi, Perjalanan yang Sekaligus Menguatkan Spiritual

Ramadhan juga menjadi momentum tepat untuk wisata religi. Mengunjungi masjid bersejarah atau pusat peradaban Islam bisa memberi pengalaman berbeda.

Beberapa destinasi yang sering dikunjungi antara lain Masjid Istiqlal, Masjid Agung Demak dan Masjid Raya Baiturrahman.
Selain berwisata, pengunjung bisa mengikuti kajian, berbuka bersama, hingga merasakan atmosfer Ramadhan di kota tujuan.

6. Rencanakan Lebih Awal agar Tidak Terburu-buru

Perencanaan menjadi faktor penentu kenyamanan. Data internal Traveloka pada periode Lebaran sebelumnya menunjukkan tren pemesanan transportasi dan akomodasi sudah meningkat lebih dari satu bulan sebelum hari raya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore