Ilustrasi keindahan alam objek wisata di Magelang. (Radar Magelang).
JawaPos.com - Bulan Ramadhan kerap dianggap bukan waktu ideal untuk bepergian. Energi terbatas, cuaca panas, dan ritme aktivitas yang berubah membuat sebagian orang memilih menunda liburan.
Namun, benarkah berwisata saat berpuasa tidak memungkinkan? Faktanya, perjalanan tetap bisa dilakukan selama direncanakan dengan cermat.
Kuncinya bukan pada seberapa jauh destinasi yang dituju, melainkan bagaimana mengatur tempo perjalanan agar selaras dengan kondisi tubuh dan suasana Ramadhan yang lebih reflektif. Berikut tujuh tips yang bisa menjadi panduan.
Ramadhan bukan momen untuk mengejar checklist destinasi. Justru ini waktu yang tepat untuk mencoba konsep slow travel—menikmati suasana tanpa tergesa.
Alih-alih berpindah-pindah tempat dalam sehari, pilih satu atau dua lokasi yang benar-benar ingin dinikmati. Duduk santai di kafe menjelang berbuka, berjalan ringan di kawasan heritage, atau menikmati udara pegunungan bisa terasa jauh lebih bermakna.
Cuaca berpengaruh besar terhadap stamina saat puasa. Kota dengan suhu relatif dingin membantu tubuh lebih stabil. Beberapa alternatif yang kerap menjadi pilihan wisatawan domestik antara lain Malang, Batu dan Bandung atau tempat yang iklimnya mirip-mirip. Sejuk.
Di Batu, misalnya, wisata keluarga seperti Jawa Timur Park menawarkan wahana edukatif dan rekreasi yang bisa disesuaikan dengan energi pengunjung. Datang di pagi hari atau menjelang sore menjadi waktu paling ideal.
Saat berpuasa, strategi waktu menjadi krusial. Aktivitas luar ruang sebaiknya dilakukan pukul 08.00–11.00 atau setelah pukul 16.30 sambil menunggu berbuka.
Di sela waktu tersebut, manfaatkan istirahat di hotel atau ruang indoor ber-AC. Jangan memaksakan agenda padat dalam satu hari.
Jika khawatir kelelahan, staycation adalah opsi paling aman. Menginap di hotel dengan fasilitas lengkap memungkinkan Anda tetap menikmati suasana liburan tanpa mobilitas berlebihan.
Beberapa hotel di Malang dan Batu menawarkan panorama pegunungan yang tenang, cocok untuk Ramadhan yang lebih kontemplatif. Banyak pula properti yang menyediakan paket iftar atau sahur praktis bagi tamu.
Ramadhan juga menjadi momentum tepat untuk wisata religi. Mengunjungi masjid bersejarah atau pusat peradaban Islam bisa memberi pengalaman berbeda.
Beberapa destinasi yang sering dikunjungi antara lain Masjid Istiqlal, Masjid Agung Demak dan Masjid Raya Baiturrahman.
Selain berwisata, pengunjung bisa mengikuti kajian, berbuka bersama, hingga merasakan atmosfer Ramadhan di kota tujuan.
Perencanaan menjadi faktor penentu kenyamanan. Data internal Traveloka pada periode Lebaran sebelumnya menunjukkan tren pemesanan transportasi dan akomodasi sudah meningkat lebih dari satu bulan sebelum hari raya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
