
ILUSTRASI
JawaPos.com – Hanya berbekal alat siul terbuat dari karet kondom dan aluminium, komplotan penjual Beo palsu ini dengan mudah mempedaya ratusan korban. Komplotan itu adalah Gunadi, 40 warga Tempel Sukorejo Gang I Nomor 127 Surabaya, dan Zusdi Ardeansyah, 39, warga Girilaya Gang IV Nomor 36 Surabaya.
Keduanya berhasil ditangkapkan Tim Anti Bandit Polsek Gayungan, di parkiran Mall Cito Jalan Ahmad Ya ni Surabaya, Rabu (22/3) sekitar pu kul 14.30 WIB. Penangkapan kedua nya berawal dari laporan korbanya, Mizanul Khoiri, warga Desa Jati Purwo, Kendal Jawa Tengah. Dia mengaku ditipu oleh kedua tersangka saat membeli burung Beo di parkiran Mall Cito.
“Awalnya korban ditawari burung Beo,yang dibungkus dalam kantung warna coklat. Kemudian keduanya melancarkan aksinya dengan berbagi tugas. Gunadi bertugas menirukan kicau burung Beo dengan alat kicau yang ditaruh di mulut (terbuat dari karet kondom dan alu minium, Red). Kemudian korban merasa tertarik dan membelinya” kata Kapolsek Gayungan, Kompol Esti Oetami, Minggu (26/3).
Memang yang membuat korban, tertarik karena siulan Beo yang be rasal dari mulut Gunadi. Setelah ter lihat korban mulai tertarik, Zusdi Ardeansyah yang bertugas meyakin kan korban bila burung Beo itu be narbenar istimewa kicauannya.
Sebenarnya, korban tak hanya ber hadapan dengan Gunadi dan Zusdi Ardeansyah, tapi juga dikerubuti tiga orang komplotan lainnya. Di antaranya membantu bersiul seperti yang dilakukan Gunadi juga bertugas mempengaruhi korban supaya mem belinya alias sebagai combe.
Korban yang dipengaruhi oleh lima orang itu, akhirnya bersedia membeli burung Beo palsu itu seharga Rp 2,5 juta. Begitu mendapatkan uang Rp 2,5 juta, para komplotan itu langsung kabur.
Nah, korban baru sadar tertipu setelah burung Beo di kantong kertas, tak kunjung bersiul. Selain itu, begitu dikeluarkan dari kantong, ternyata hanya burung Beker. Kemudian korban melapor ke Polsek Gayungan.“Kami akan terus melakukan pengembangan kasus ini, karena menurut pengakuan keduanya, komplotan penipu jual beli burung Beo ini tersebar di wilayah Su rabaya,” ujar Kompol Esti Oetami.
Gunadi mengaku sudah beraksi se jak 2013, dan sudah ada ratusan bu rung Beker yang dijual kepada kor ban di wilayah Surabaya selatan.
”Seekor burung Beker saya beli Rp 175 ribu, kemudian dijual kembali mendapatkan keuntungan paling mi nimal Rp 100 ribu200 ribu per ekor,” ujarnya. (rus/no)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
