Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Maret 2017 | 19.39 WIB

Siulan Beo dari Karet Kondom yang Tipu Ratusan Korban

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI


JawaPos.com – Hanya berbekal alat siul terbuat dari karet kondom dan aluminium, komplotan penjual Beo palsu ini dengan mudah mempedaya ratusan korban. Komplotan itu adalah Gunadi, 40 warga Tempel Sukorejo Gang I Nomor 127 Surabaya, dan Zusdi Ardeansyah, 39, warga Girilaya Gang IV Nomor 36 Surabaya. 


Keduanya berhasil ditangkapkan Tim Anti Bandit Polsek Gayungan, di parkiran Mall Cito Jalan Ahmad Ya­ ni Surabaya, Rabu (22/3) sekitar pu­ kul 14.30 WIB. Penangkapan kedua­ nya berawal dari laporan korbanya, Mizanul Khoiri, warga Desa Jati Purwo, Kendal Jawa Tengah. Dia mengaku ditipu oleh kedua tersangka saat membeli burung Beo di parkiran Mall Cito. 


“Awalnya korban ditawari burung Beo,yang dibungkus dalam kantung warna coklat. Kemudian keduanya melancarkan aksinya dengan ber­bagi tugas. Gunadi bertugas meni­rukan kicau burung Beo dengan alat kicau yang ditaruh di mulut (terbuat dari karet kondom dan alu­ minium, Red). Kemudian korban merasa tertarik dan membelinya” kata Kapolsek Gayungan, Kompol Esti Oetami, Minggu (26/3). 


Memang yang membuat korban, tertarik karena siulan Beo yang be­ rasal dari mulut Gunadi. Setelah ter­ lihat korban mulai tertarik, Zusdi Ardeansyah yang bertugas meyakin­ kan korban bila burung Beo itu be­ nar­benar istimewa kicauannya. 


Se­benarnya, korban tak hanya ber­ hadapan dengan Gunadi dan Zusdi Ardeansyah, tapi juga dikerubuti ti­ga orang komplotan lainnya. Di anta­ranya membantu bersiul seperti yang dilakukan Gunadi juga bertugas mempengaruhi korban supaya mem­ belinya alias sebagai combe. 


Korban yang dipengaruhi oleh lima orang itu, akhirnya bersedia membeli burung Beo palsu itu seharga Rp 2,5 juta. Begitu mendapatkan uang Rp 2,5 juta, para komplotan itu langsung ka­bur. 


Nah, korban baru sadar tertipu setelah burung Beo di kantong kertas, tak kunjung bersiul. Selain itu, begitu dikeluarkan dari kantong, ternyata hanya burung Beker. Kemudian korban melapor ke Polsek Gayungan.“Kami akan terus melakukan pengembangan kasus ini, karena menurut pengakuan keduanya, komplotan penipu jual beli burung Beo ini tersebar di wilayah Su­ rabaya,” ujar Kompol Esti Oetami. 


Gunadi mengaku sudah beraksi se­ jak 2013, dan sudah ada ratusan bu­ rung Beker yang dijual kepada kor­ ban di wilayah Surabaya selatan. 



”Seekor burung Beker saya beli Rp 175 ribu, kemudian dijual kembali mendapatkan keuntungan paling mi­ nimal Rp 100 ribu­200 ribu per ekor,” ujarnya. (rus/no)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore