
MASIH ADA: Seorang ibu bersama dua anaknya sedang meminta uang kepada sopir mobil Senin (13/2) di selatan Alun-Alun Sidoarjo.
JawaPos.com – Instruksi Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa agar tidak ada lagi anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) di daerah langsung mendapat respons dari pemkab. Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo telah memiliki program pengentasan gepeng dan anjal.
Kepala Dinsos Sidoarjo Anik Pudji Astuti menyatakan, ada dua program besar yang tengah disiapkan. Yakni, program keluarga harapan (PKH) yang sekaligus menjadi program nasional dan program rehabilitasi masyarakat lokal. Tahun ini ada lebih dari 9.974 keluarga penerima program tersebut.
Para penerima program itu akan mendapat bantuan kesehatan hingga bantuan pendidikan. Keluarga penerima PKH juga akan ditemani tenaga pendamping yang terdaftar secara nasional. ’’Orang dengan ekonomi lemah sudah kami data dan masuk PKH,’’ katanya Senin (13/2).
Anik mengatakan, penduduk kurang mampu yang telah terdata sebagai penerima PKH tidak perlu lagi menjadi gepeng. Sebab, pemerintah pusat telah melakukan kajian mendalam saat menyusun PKH sehingga mereka mendapat jaminan kebutuhan dasar penduduk.
Berdasar pengamatannya, ada dua golongan gepeng yang masih bertebaran di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Pertama, warga asli Sidoarjo. Kedua, warga dari luar daerah yang sengaja meminta-minta di Sidoarjo. Nah, khusus gepeng asli Sidoarjo, pihaknya tengah menyiapkan program rehabilitasi. Mereka akan diamankan dan dibawa ke liponsos untuk mendapat pembinaan. ’’Yang jadi masalah sekarang adalah gepeng yang berasal dari luar,’’ tutur Anik.
Di Sidoarjo, lanjut dia, banyak gepeng dari luar daerah. Salah satunya dari wilayah Pasuruan. Meski sudah ditangkap, lalu dipulangkan, mereka kembali datang ke Sidoarjo dan meminta-minta lagi. Karena itu, pihaknya meminta kerja sama semua pihak agar Sidoarjo terbebas dari gepeng. ’’Sidoarjo bebas gepeng jadi program kerja pemerintahan kali ini. Jadi, jangan sedikit-sedikit dinsos. Semua lembaga harus bekerja sama,’’ jelasnya.
Berdasar pantauan Jawa Pos, gepeng memang masih ditemukan di beberapa lokasi. Sebut saja di ujung selatan Jalan Raya Jenggolo, tepatnya di depan pertokoan AJBS. Kemarin seorang perempuan tampak menggendong anak balita dan meminta uang kepada pengendara yang sedang berhenti. Tidak jauh dari tempat itu, di area Monumen Jayandaru, terlihat pemandangan serupa.
Juga, di perempatan Polsek Candi, perempatan pos Pasar Larangan, hingga sekitar Pasar Krian. Padahal, beberapa waktu lalu pemkab telah menertibkan para gepeng. Namun, belakangan mereka muncul lagi. Jika melihat petugas lengkap dengan seragam, mereka biasanya menghilang.
Sebagaimana diberitakan kemarin, saat menghadiri Majelis Zikir Al Khidmah di Alun-Alun Sidoarjo pada Minggu (12/2), Khofifah meminta agar tidak ada lagi anjal dan gepeng di daerah tahun ini. Pejabat daerah bisa mencontoh program di Kedungkandang, Malang. Di tempat itu para gepeng dipusatkan di sebuah gedung untuk mendapatkan pelatihan khusus sehingga mereka bisa bekerja dan tidak lagi meminta-minta di jalanan atau rumah-rumah. (jos/c15/hud/sep/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
