Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Maret 2026, 02.04 WIB

Pengemis Musiman Marak di Surabaya, Masjid hingga Lampu Merah jadi Fokus Penertiban

Petugas Satpol PP melakukan patroli di masjid dan makan untuk mencegah maraknya pengemis musiman menjelang ramadhan. (Dokumentasi Satpol PP Surabaya). - Image

Petugas Satpol PP melakukan patroli di masjid dan makan untuk mencegah maraknya pengemis musiman menjelang ramadhan. (Dokumentasi Satpol PP Surabaya).

JawaPos.com - Setiap memasuki bulan suci Ramadhan, gelandangan dan pengemis musiman kembali bermunculan di sejumlah titik di Kota Surabaya. Keberadaan mereka pun dinilai mengganggu kenyamanan dan ketertiban kota.

Kabid Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, mengatakan pengemis musiman sudah menjadi fenomena tahunan, terlebih pada awal Ramadhan dan menjelang Lebaran.

“Biasanya menjelang Lebaran, sebagian besar bukan warga Surabaya, melainkan dari luar kota. Mereka datang untuk mencari peruntungan dengan memanfaatkan belas kasihan masyarakat,” ucapnya, Rabu (4/3).

Menanggapi fenomena tersebut, Satpol PP Kota Surabaya melakukan penebalan personel dan pengamanan di sejumlah titik rawan gelandangan dan pengemis musiman selama Ramadhan 2026. 

"Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi meningkatnya aktivitas penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Kami juga telah memetakan sejumlah titik rawan gelandangan dan pengemis di Surabaya," imbuhnya.

Fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos), terutama tempat ibadah, seperti Masjid Al-Falah, Masjid Al-Akbar Surabaya, dan kawasan wisata religi Sunan Ampel menjadi fokus patroli.

Patroli rutin juga diperkuat di persimpangan jalan dan lampu merah yang kerap menjadi lokasi aktivitas pengemis. Dalam pelaksanaannya, Satpol PP berkolaborasi dengan aparat TNI-Polri, serta OPD terkait.

“Kami lakukan penjagaan di titik dengan intensitas tinggi, sementara titik lainnya dipantau berkala. Koordinasi dengan wilayah juga terus kami lakukan untuk meminimalisir keberadaan pengemis," tegas Mudita. 

Pengemis dewasa ber-KTP Surabaya akan dibawa ke Liponsos untuk menjalani pendataan serta pembinaan. Sedangkan anak-anak warga Surabaya akan diarahkan ke Rumah Perubahan untuk mendapatkan pembinaan khusus.

Sementara itu, pengemis yang berasal dari luar daerah akan ditempatkan sementara di Liponsos. Selanjutnya, mereka dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk diproses pemulangannya ke daerah asal.

“Kami mengimbau masyarakat jika menemukan anjal atau pengemis di fasum, fasos, maupun lampu merah, silakan hubungi Call Center 112. Petugas akan segera menindaklanjuti,” pungkas Mudita.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore