
ISTIMEWA: M. Arianto Pribadi (kiri), si jangkung setinggi 220 sentimeter, dan Yunita Maulidia, dara seberat 106,5 kilogram.
JawaPos.com- Dua pasien ’’istimewa’’ RSUD Sidoarjo bertemu. Keduanya adalah M. Arianto Pribadi, si jangkung setinggi 220 sentimeter, dan Yunita Maulidia, dara seberat 106,5 kilogram. Pertemuan langka tersebut terjadi lantaran keduanya sengaja diundang dalam peresmian Gedung Rawat Inap Mawar Merah Putih RSUD Sidoarjo.
Nah, siapa orang di balik pertemuan itu? Ternyata, yang memprakarsai adalah Bupati Saiful Ilah. Tak ayal, kehadiran dua warga ’’spesial’’ tersebut membuat peresmian terasa lebih hangat. ’’Bertemu Yunita itu menjadi kebanggaan luar biasa,’’ kata Arianto alias Kuncung yang berasal dari Desa Pejangkungan, Prambon, Sidoarjo.
Mendengar hal tersebut, Yunita hanya senyum-senyum sendiri. Perempuan asal Desa Grinting, Tulangan, Sidoarjo itu tampak begitu gembira bisa berkunjung kembali ke RSUD Sidoarjo. Yunita sudah dua bulan tidak menyambangi RS milik pemkab tersebut. Apalagi, dia juga bertemu dengan sejumlah dokter yang menanganinya selama dirawat di rumah sakit itu pada Oktober lalu.
Meski mengalami obesitas tinggi, Yunita kini terlihat lebih bugar. Saat mereka berdiri berdampingan, Yunita yang memiliki tinggi 134 sentimeter tampak hanya separo tinggi si Kuncung. Pemandangan tersebut menjadi pusat perhatian para tamu undangan. ’’Yang penting, terus sehat dan semangat ya Mas Arianto dan Mbak Yunita,’’ ungkap beberapa tamu undangan.
Pada peresmian Gedung Rawat Inap Mawar Merah Putih (kelas III) dan ruang perkuliahan RSUD Sidoarjo, Arianto dan Yunita menerima cenderamata dari Bupati Saiful Ilah. Selain itu, bupati memberikan hadiah tiga pasang sepatu dan sandal kepada Arianto dengan ukuran 60. Arianto juga mendapatkan ranjang sesuai dengan tingginya serta sepasang pakaian.
’’Saya sudah mencoba sepatunya. Pas. Saya suka,’’ ucap Artianto dengan gembira. Wajah berseri juga terlihat pada diri Yunita yang mendapatkan kenang-kenangan dari bupati berupa sepaket parsel.
Menurut Saiful, dua orang spesial tersebut merupakan bagian dari warga Sidoarjo. Selama ini, RSUD menangani kedua pasien dengan baik. Dia pun langsung memesankan sepatu khusus untuk Arianto. ’’Saat peresmian gedung kelas III, saya sekalian memberikan sepatunya. Pesannya sangat khusus dan kualitasnya bagus,’’ ujarnya.
Pemberian hadiah kepada Arianto dan Yunita itu pun masuk dalam rangkaian peresmian gedung kelas III dan ruang perkuliahan RSUD Sidoarjo. Saiful mengaku sangat bangga terhadap RSUD Sidoarjo yang memiliki gedung rawat inap kelas III yang representatif. Apalagi, RSUD tersebut juga mendapat akreditasi utama nasional sebagai rumah sakit pendidikan.
’’Gedungnya sudah bagus. Sekarang tinggal pelayanannya yang mesti terus ditingkatkan. Dokter dan perawat juga harus optimal,’’ tuturnya. (ayu/c23/hud)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
