Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Januari 2017 | 12.16 WIB

Yani Golf Club (YGC), Lapangan Golf Legendaris di Surabaya Tertua di Jatim

RUMPUT HIJAU: Lapangan Yani Golf Club memiliki luas 60 hektare. Ia tak memiliki golf car sehingga para pemain harus berjalan kaki mengelilingi lapangan. - Image

RUMPUT HIJAU: Lapangan Yani Golf Club memiliki luas 60 hektare. Ia tak memiliki golf car sehingga para pemain harus berjalan kaki mengelilingi lapangan.


Yani Golf Club (YGC) Surabaya merupakan lapangan golf pertama di Jawa Timur. Lapangan golf itu sekaligus menjadi tempat legendaris para pencinta golf Kota Pahlawan. Berdiri pada 1898, ia menjadi salah satu cagar budaya.





SEMILIR angin berembus ketika memasuki gedung utama atau club house milik Yani Golf Club, Rabu (4/1).


Bangunan gedung terkesan lawas dengan perabot kayu, lantai teraso, dan loket registrasi. Pengunjung langsung disambut padang rumput hijau berbingkai pepohonan rindang.



Yani Golf Club merupakan lapangan golf tertua nomor dua di Indonesia setelah lapangan golf Rawamangun, Jakarta.


Terletak di Gunung Sari, YGC didirikan NV. Shell Indonesia Wonokromo dengan menyewa lahan dari NV. Handel en Bouw Maatschappij, Semarang, pada 1898.


Lapangan seluas sekitar 60 ha tersebut didesain Prof Enrich Kremmer. Dari total luas lapangan, 8 ha merupakan hutan lepas.


Pada 2 Februari 1914 tempat itu disebut Surabaya Golf Club yang diambil dari nama perkumpulan pemain golf di Surabaya.



Pengelolaan lapangan golf berpindah ke Yayasan Olahraga Golf Surabaya (YORGS) pada Mei 1965.


Pemindahan pengelolaan lapangan disetujui setelah permohonan hak pakai atas tanah lapangan golf oleh YORGS dikabulkan NV. Shell Indonesia Wonokromo.



Kini YGC dikelola Tamara Global Investama (TGI) di bawah naungan Yayasan Persatuan Golf Ahmad Yani (PGAY).


’’Lapangan dulu hanya mempunyai 9 hole. Sekarang 18 hole,’’ ujar Moch. Ali Budi Santoso, pengurus lapangan golf. Terdapat satu danau buatan untuk menampung air di dekat hole 2.


Namun, kondisinya sekarang sudah kering dan ditumbuhi rumput liar.



Pada Oktober 1965 tempat tersebut berganti nama menjadi Lapangan Golf Ahmad Yani. Menurut penjelasan Marketing Yani Golf Club Risna Candra, nama itu dibuat untuk mengenang Jenderal Ahmad Yani.


’’Zaman itu banyak para pejabat, kaum militer, dan pengusaha yang berjaya pada masanya bermain golf di sini. Termasuk Jenderal Ahmad Yani,’’ jelasnya.



Saking tuanya tempat itu, masih ada beberapa pohon –yang usianya juga tua– berdiri kukuh di sana. Konon tidak ada yang berani menebang pohon-pohon tersebut.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore