Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Mei 2017 | 02.39 WIB

Anak Yatim Piatu Gizi Buruk Tidak Terpantau karena Warga Sidoarjo

grafis Bocah Yatim Piatu dengan Gizi Buruk - Image

grafis Bocah Yatim Piatu dengan Gizi Buruk

JawaPos.com – Dinas kesehatan (dinkes) menyatakan, sebenarnya tidak ada kasus baru anak gizi buruk di Kota Giri. Sejak kasus Muhammad Agung, penderita gizi buruk di Kedamean, petugas gizi setiap puskesmas menelusuri daerah-daerah lain. ”Sudah dilakukan kunjungan ke pasien lama. Tidak ada kasus baru,” jelasnya.


Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik dr Ummi Khoiroh menyebut beberapa kesamaan kasus Putra dan Agung. Salah satunya, pola makan yang tidak teratur. Keduanya memiliki porsi makan yang sangat sedikit. Sekali makan hanya 2–5 sendok makan.


Menurut Ummi, kondisi Muhammad Putra Abimanyu tidak terpantau karena dia bukan warga Gresik. Petugas Puskesmas Kesamben Kulon telah mencari tahu riwayat pasien. ”Putra ke Gresik dibawa kakeknya,” ucapnya. Bocah tujuh tahun itu tercatat sebagai warga Tempel, Kecamatan Krian, Sidoarjo.


Ummi menuturkan, Putra membutuhkan perhatian lebih. Sebab, ada kondisi khusus yang melemahkan daya tahan tubuhnya. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab status gizi buruk. Termasuk berbagai macam komplikasi.


Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu berharap keluarga tidak khawatir soal biaya rumah sakit. Sebab, ada anggaran dari Dinkes Provinsi Jatim. ”Semoga kondisi pasien segera membaik,” ungkapnya. (adi/c20/roz)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore