Dinkes Jatim Catat 18 Kasus Superflu Terdeteksi di Kota Malang dan Pasuruan. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah merebaknya virus influenza varian H3N2 Subclade K atau yang populer disebut “Superflu”, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur mencatat 18 pasien terdeteksi virus ini.
Kepala Dinkes Jatim, Erwin Ashta Triyono mengatakan berdasarkan data kasus yang terdeteksi Influenza A Subvarian H3N2 Subclade K atau Superflu, 18 pasien tersebut ditemukan di Kota Malang dan Kabupatan Pasuruan.
"Dari hasil sentinel di Puskesmas Dinoyo dan RSSA, (hasilnya) 17 orang ILI (Influenza Like Illnes) berdomisili di Kota Malang dan 1 orang Severe Acure Respiratoy Syndrome (SARI) dari Kabupaten Pasuruan," tutur Erwin, Jumat (9/1).
Sementara berdasarkan kelompok usia, Dinkes Jawa Timur mencatat mayoritas kasus Superflu ditemukan pada usia anak dan remaja, dengan proporsi antara perempuan dan laki-laki relatif seimbang.
"18 kasus positif (Superflu) ini adalah data dengan waktu pengambilan spesimen pada September-November 2025. Seluruh pasien tidak ada riwayat melakukan perjalanan luar negeri," imbuhnya.
Dinkes Jatim pun memantau pasien Superflu serta kontak erat melalui puskesmas. Saat ini, seluruh pasien Superflu di Jawa Timur sudah membaik dan sembuh, meski sebelumnya ada yang sempat dirawat di rumah sakit.
"Dari hasil laporan aplikasi NAR (New All Record) terdapat 1 pasien (Superflu) yang dirawat di RSUD dr Syaiful Anwar Malang di bulan September 2025 Dan saat ini pasien sudah sembuh," terang Erwin.
Untuk mencegah penyebaran virus Superflu, Dinkes Jawa Timur melakukan berbagai upaya preventif, di antaranya pemantauan rutin surveilans Influenza Like Illnes (ILI) dan Severe Acure Respiratoy Syndrome (SARI).
Dinkes Jatim juga melakukan koordinasi intensif dengan Kemenkes dan BBLKM Surabaya. Skreening ketat dilakukan kepada masyarakat yang tiba di Jawa Timur, baik yang datang dari luar kota maupun luar negeri.
"Edukasi kesehatan juga terus digencarkan melalui penerapan etika batuk, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta vaksin influenza, utamanya bagi kelompok rentan, seperti balita, lansia," tukas Erwin.
Adapun gejala-gejala yang dialami belasan pasien Superflu di Jawa Timur, di antaranya demam di atas 38 derajat Celsius, batuk, dan pilek, dengan dampak penyakit yang serupa influenza pada umumnya.
"Maka pasien memerlukan istirahat dan asupan gizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk pengobatan kasus Superflu ditanggung pemerintah, dengan catatan pasien berobat dengan skema BPJS," tukas Erwin.
Kementerian Kesehatan mencatat kasus Superflu sudah terdeteksi di 8 provinsi, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022