
RUMPUT HIJAU: Lapangan Yani Golf Club memiliki luas 60 hektare. Ia tak memiliki golf car sehingga para pemain harus berjalan kaki mengelilingi lapangan.
Yani Golf Club (YGC) Surabaya merupakan lapangan golf pertama di Jawa Timur. Lapangan golf itu sekaligus menjadi tempat legendaris para pencinta golf Kota Pahlawan. Berdiri pada 1898, ia menjadi salah satu cagar budaya.
SEMILIR angin berembus ketika memasuki gedung utama atau club house milik Yani Golf Club, Rabu (4/1).
Bangunan gedung terkesan lawas dengan perabot kayu, lantai teraso, dan loket registrasi. Pengunjung langsung disambut padang rumput hijau berbingkai pepohonan rindang.
Yani Golf Club merupakan lapangan golf tertua nomor dua di Indonesia setelah lapangan golf Rawamangun, Jakarta.
Terletak di Gunung Sari, YGC didirikan NV. Shell Indonesia Wonokromo dengan menyewa lahan dari NV. Handel en Bouw Maatschappij, Semarang, pada 1898.
Lapangan seluas sekitar 60 ha tersebut didesain Prof Enrich Kremmer. Dari total luas lapangan, 8 ha merupakan hutan lepas.
Pada 2 Februari 1914 tempat itu disebut Surabaya Golf Club yang diambil dari nama perkumpulan pemain golf di Surabaya.
Pengelolaan lapangan golf berpindah ke Yayasan Olahraga Golf Surabaya (YORGS) pada Mei 1965.
Pemindahan pengelolaan lapangan disetujui setelah permohonan hak pakai atas tanah lapangan golf oleh YORGS dikabulkan NV. Shell Indonesia Wonokromo.
Kini YGC dikelola Tamara Global Investama (TGI) di bawah naungan Yayasan Persatuan Golf Ahmad Yani (PGAY).
’’Lapangan dulu hanya mempunyai 9 hole. Sekarang 18 hole,’’ ujar Moch. Ali Budi Santoso, pengurus lapangan golf. Terdapat satu danau buatan untuk menampung air di dekat hole 2.
Namun, kondisinya sekarang sudah kering dan ditumbuhi rumput liar.
Pada Oktober 1965 tempat tersebut berganti nama menjadi Lapangan Golf Ahmad Yani. Menurut penjelasan Marketing Yani Golf Club Risna Candra, nama itu dibuat untuk mengenang Jenderal Ahmad Yani.
’’Zaman itu banyak para pejabat, kaum militer, dan pengusaha yang berjaya pada masanya bermain golf di sini. Termasuk Jenderal Ahmad Yani,’’ jelasnya.
Saking tuanya tempat itu, masih ada beberapa pohon –yang usianya juga tua– berdiri kukuh di sana. Konon tidak ada yang berani menebang pohon-pohon tersebut.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
