
HANCUR BERANTAKAN: Beberapa siswa SDN Sidokumpul datang untuk memotret dinding ruas kelas mereka pada Rabu (8/2) yang tertimpa tembok pagar pembatas sekolah.
JawaPos.com – Warga Kota Delta harus bersiap menghadapi cuaca ekstrem serta waspada terhadap angin kencang atau hujan deras yang datang mendadak. Beberapa pohon yang tumbang belakangan ini membuktikannya. Bahkan, Rabu (8/2) terjangan angin kencang membuat tembok pembatas sekolah SDN Sidokumpul Sidoarjo setinggi 2 meter ambruk dan menimpa ruang kelas. Kejadian itu membuat dua ruang kelas rusak berat.
Dari pengamatan di lapangan, pagar tembok tersebut sudah hancur berkeping-keping. Yang tersisa hanya batu bata yang berserakan di lantai dekat gedung kelas itu. Hantaman tembok pembatas tersebut juga membuat tembok kelas V C dan IV C rusak parah. Kaca jendela pecah. Kayu jendela remuk. Beberapa jendela sampai hampir terlepas. Kondisi bangunan itu mirip dengan bangunan yang dilanda gempa.
Penjaga sekolah Selamet Hariyono membersihkan puing-puing tembok di lantai. Dia pun memasang bambu penyangga di tembok kelas. ’’Bangunan kelas memang sudah doyong. Jadi, disangga bambu,’’ jelasnya.
Selamet menyatakan, tembok pembatas tersebut ambruk sekitar pukul 11.15. Saat itu, ruangan masih digunakan siswa kelas IV C untuk belajar. Angin kencang tiba-tiba datang dan menghantam tembok pembatas. ’’Tembok langsung ambruk,’’ katanya.
Hantaman keras tembok yang ambruk tersebut mengagetkan puluhan siswa yang belajar di dalam kelas. Guru yang mengajar langsung meminta siswa meninggalkan ruangan. Mereka dipindahkan ke ruang multimedia dan perpustakaan. ’’Tidak ada siswa yang terluka,’’ ungkap pria 47 tahun itu.
Dia menuturkan, bangunan di sekolah SDN Sidokumpul sebenarnya rusak parah sejak setahun lalu. Yang rusak bukan hanya tembok pembatas sekolah. Dua kelas tersebut juga perlu diperbaiki lantaran sudah tidak bisa berdiri tegak. Agar tidak roboh, pihak sekolah memasang enam ruas bambu berdiameter 30 sentimeter. Fungsinya, menahan sementara ruang kelas. ’’Saat ruang kelas digunakan, siswa diminta tidak duduk mepet dengan tembok,’’ ucap Selamet.
Selain dua ruang kelas itu, empat ruangan lain rusak. Yakni, ruang kelas I–III dan ruang komputer. Temboknya sudah berlubang. Catnya mengelupas. Bangunan tersebut tampak belum pernah diperbaiki. Kesan lawas pun terlihat dari jendela yang masih mempertahankan jaring-jaring kawat meski sudah berkarat.
Kepala SDN Sidokumpul Dolatip mengungkapkan, pihaknya sudah mengajukan perbaikan sejak setahun lalu. Petugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo sudah empat kali meninjau sekolah itu. Namun, perbaikannya ternyata baru disetujui tahun ini. ’’Sudah masuk rencana perbaikan dari dinas,’’ ujarnya.
Dia menjelaskan, ambruknya tembok sekolah serta rusaknya kelas disebabkan usia bangunan yang sudah tua. Dolatip mengakui, sekolah tersebut dibangun sejak era kolonial Belanda. Tepatnya pada 1908. ’’Sekolah ini ada sebelum saya lahir,’’ tuturnya. Kondisi sekolah itu, lanjut dia, memang mengenaskan. Selain banyak kerusakan fisik, dulu saat musim hujan, sekolah tersebut selalu dilanda banjir karena posisinya lebih rendah dari jalan. ’’Akhirnya, kami tinggikan lantai sekolah agar tidak banjir,’’ jelasnya.
Anggota Komisi D (Bidang Kesra) DPRD Sidoarjo Bangun Winarso menyatakan, pemkab harus segera melakukan perbaikan. Sebab, dalam APBD 2017, anggaran untuk perbaikan sekolah rusak sudah dicukupi. ’’Anggaran sudah ada. Totalnya Rp 53 miliar,’’ katanya.
Politikus PAN itu menegaskan, infrastruktur pendidikan harus menjadi prioritas utama pemkab. Sebab, jika bangunan tidak segera diperbaiki, proses belajar-mengajar siswa akan terhambat. ’’Segera perbaiki sekolah,’’ ungkapnya.
Tim dari dikbud juga langsung mendatangi SDN Sidokumpul untuk meninjau kerusakan gedung sekolah. Mereka tiba sekitar pukul 15.00. Dalam rombongan tersebut, ada Sekretaris Dikbud Sidoarjo Tirto Adi. Saat itu, seluruh siswa sudah pulang. Lokasi gedung tersebut berada di sisi utara bagian belakang.
Tirto mengungkapkan, pihaknya perlu mengecek langsung kondisi gedung yang ambruk itu. Kondisi dua lokal ruang kelas memang sangat mengkhawatirkan. Dinding sisi timur remuk tertimpa pagar pembatas. ’’Alhamdulillah, tidak ada korban,’’ ucapnya.
Dia mengakui, gedung sekolah yang dibangun (direnovasi besar, Red) pada 1980-an tersebut memang sudah rapuh. Karena itu, dikbud menganggarkan dana untuk rehabilitasi ruang kelas SDN Sidokumpul tahun ini. Nilainya mencapai Rp 500 juta. ’’Sebenarnya, anggaran untuk perbaikan ruang kelas sudah ada, namun keburu ada bencana,’’ ujarnya.
Dana Rp 500 juta tersebut, lanjut dia, digunakan untuk rehabilitasi tiga ruang kelas. Termasuk dua ruang kelas yang menjadi korban angin kencang. Dana rehabilitasi itu dimanfaatkan untuk mengganti genting dan pagar serta meninggikan lantai. ’’Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki ruang yang rusak berat. Jadi, otomatis semuanya,’’ tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
