
Ilustrasi
JawaPos.com - Empat kali main, empat kali menang, dan memuncaki klasemen sementara di Serie A hingga giornata keempat.
Apa coba yang masih kurang dari kekuatan Inter Milan pada musim ini? Jawabannya satu, Inter hanya kurang agresiv untuk melengkapi statistic performanya.
Dari empat laga Nerazzurri, semuanya diakhiri dengan kemenangan surplus satu gol. Itu menempatkan Inter sebagai satu di antara dua tim terendah produktivitasnya. Selain Inter, ada Fiorentina yang juga mengoleksi lima gol. Bedanya, Inter lebih bagus dari kekuatan defense-nya.
Karenanya, maklum jika seruan boring-boring Inter banyak mengemuka di media-media Italia.
"Menonton permainan Inter itu sama membosankannya dengan menonton Arsenal atau AC Milan," sebut Direktur Sky Sport24, Fabio Caressa. Analisa Caressa itu berdasar dari statistik agresivitas Inter di lima laga pertama Serie A.
Dalam kurun waktu lima musim sebelumnya, Inter terendah mencatatkan delapan gol di lima laga pertama. Itu terjadi pada musim 2010-2011 dan 2012-2013. Lalu, 11 gol dalam lima laga pertama pada musim 2011-2012 dan 2014-2015. Terbanyak pada musim 2013-2014 dengan 15 gol dalam lima laga.
Dilansir dari Football Italia, pelatih Roberto Mancini menolak anggapan jika skuadnya bermain membosankan.
"Saya pernah mendapat kritikan semacam ini saat masih melatih (Manchester) City. Saya harap situasi ini akan sama, City menjadi pemenang di akhir musim," ujarnya.
Menurut statistic Whoscored, Inter sepanjang musim ini lebih banyak bermain di tengah. Persentasenya mencapai 45 persen. Kemampuannya membuka peluang pun masih kalah dari Juventus atau AS Roma yang notebene pesaingnya berebut title Serie A. Inter hanya membuat 15,8 shots per game. Jauh dari Roma dengan 19,8 shots per game.
Di sinilah ketajaman trio PAIJO milik Inter dipertanyakan. Trio Rodrigo Palacio, Mauro Icardi, Stevan Jovetic atau dengan Ivan Perisic baru menyumbang empat gol. Jovetic jadi top skor dengan tiga gol, lalu Icardi dengan satu gol. Fredy Guarin menjadi satu-satunya pemain di luar trio lini depan yang menyumbangkan gol.
Dengan menilik rekor pertemuan kedua klub selama ini yang kerap melahirkan lebih dari dua gol per laga, maka dalam bentrok nanti Inter diharapkan bisa lebih ganas. Demikian juga dengan trio lini depannya.
"Tim ini masih terus bekerja dan berkembang. Tentu ini semua perlu waktu pelan-pelan," cetusnya.
Sebagai salah satu bagian dari trio serangan itu, Perisic dihujani kritik setelah Inter cuma mampu menang tipis 1-0 atas Chievo Verona, akhir pekan kemarin (20/9). Mancini tetap kalem menanggapi kritikan itu. Menurutnya, Perisic masih 10 hari bergabung dengan tim, dan dia butuk penyesuaian dengan tim.
"Setidaknya dia bermain bagus di sayap," klaim Mancini. (ren/andi/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
