
Arsene Wenger harus membenahi mentalitas skuad Arsenal jelang laga melawan anak asuh Josep Guardiola.
JawaPos.com - Jelang paruh kedua musim 2016-2017, performa Arsenal melawan klub elite semakin berantakan. Diawali dengan kekalahan 1-2 dari Manchester City di Etihad (18/12), lalu berturut dibantai Chelsea (4/2), dan Liverpool dengan skor 1-3. Kondisi inilah yang memengaruhi daya saing Arsenal di Premier League.
Hingga pekan ke-27, mereka masih tercecer di peringkat keenam klasemen. Ironisnya, Laurent Koscielny dkk kini tertinggal tujuh poin dari tim penghuni empat besar. Fakta ini pula yang membuat posisi Arsene Wenger tertekan. Tuntutan agar manajer asal Prancis itu meninggalkan The Gunners terus disuarakan.
Tuntutan itu bakal semakin deras jika malam nanti mereka kalah dari Manchester City. Arsenal memang bertindak sebagai tuan rumah. Namun, menilik kondisi Arsenal yang sudah menelan tiga kekalahan dalam empat laga terakhir, banyak yang pesimistis The Gunners -julukan lain Arsenal- bisa menyalak.
"Saya tidak tahu apakah saya di posisi yang lebih baik. Saya hanya berada di tempat yang tidak saya inginkan," kata Wenger kepada Mirror. "Saya hanya kehilangan laga-laga besar. Dan saya akan menghadapi salah satunya (lawan Manchester City). Ini laga yang harus saya menangkan. Saya akan fokus dan saya tahu apa yang harus saya lakukan jika ingin menang," sambung manajer 67 tahun itu.
Wenger paham betul risiko jika timnya takluk dari Manchester City. Sebab, mereka bakal terpaut sepuluh poin dari Manchester City yang kini menghuni peringkat keempat. Jadi, peluang untuk menjaga tradisi selalu lolos Liga Champions bakal terhenti. "Saya sudah sering menjalani laga saat berada di periode sulit. Saya pikir ini waktu yang tepat bagi pemain menunjukkan siapa mereka," tutur Wenger.
Masalah Arsenal di laga big match sudah bergeser. Sebelumnya, mereka hanya kurang konsisten dalam mempertahankan keunggulan. Unggul dulu, kemudian dibalikkan lawan. Pada paruh keduanya ini Arsenal malah sudah dihabisi sejak 30 menit pertama. Ya ini pekerjaan rumah Wenger mengingat lawan punya 25,9 persen peluang mencetak gol pada 30 menit pertama.
Lalu bagaimana caranya untuk meredam agresivitas Manchester City? Strategi bertahan justru malah memberi ruang di lapangan tengah, dan itu menjadi keuntungan bagi Manchester City. Karena itu, Wenger mungkin tetap menerapkan formasi 4-2-3-1 yang bisa bertransformasi menjadi 4-5-1. Dengan menempatkan tiga gelandang sentral yang kokoh, maka Arsenal punya celah apik melakukan counter attack ke pertahanan City. Granit Xhaka, Aaron Ramsey dan Theo Walcott sama-sama bagus dalam passing-passing-nya.
Bukan hanya itu. Dua bek sayap Arsenal baik itu Nacho Monreal ataupun Hector Bellerin sudah harus bersiap mendapat tekanan. Di kedua sayap, City memiliki winger yang lincah. Jika di kanan ada Raheem Sterling, maka di sayap kiri Monreal yang selama ini kerap jadi titik lemah dalam pertahanan Arsenal, malam nanti harus head to head dengan Leroy Sane.
Lengah sedikit saja Monreal dan Bellerin menutup pergerakan kedua pemain tersebut, maka arus bola ke David Silva atau pemain tengah lainnya dari sisi sayap bakal makin deras. Apalagi malam nanti tidak ada Petr Cech di bawah mistar gawang. Posisi Cech digantikan David Ospina.
Meski banyak kendala yang dihadapi Arsenal, manajer City Pep Guardiola tak mau berkoar. Sebagaimana dilaporkan Manchester Evening News, menaklukkan Arsenal di Emirates itu sama sulitnya dengan membungkam Anfield – markas Liverpool. "Kami sudah lama tidak menang di sana (Emirates, Red)," kata Guardiola merujuk kemenangan terakhir City di Emirates pada 13 Januari 2013. "Saya juga pernah ke sana dengan Barcelona dan Bayern Muenchen. Kami hanya mampu 1 atau 2 kali memenanginya," timpalnya.
Guardiola yang Arsenal termotivasi untuk bangkit di laga ini. "Kalau boleh memilih, saya ingin menghadapi Arsenal apabila mereka sudah banyak menang, tidak di saat seperti ini," sebut pelatih asal Spanyol itu. (ren/bas/ira/JPG)

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
