Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 April 2017 | 17.06 WIB

Sunderland Degradasi, Posisi Moyes di Ujung Tanduk

David Moyes belum mau membahas soal masa depannya di kursi manajer Sunderland. - Image

David Moyes belum mau membahas soal masa depannya di kursi manajer Sunderland.

JawaPos.com - David Moyes belum mau membicarakan masa depannya meski gagal menyelamatkan Sunderland dari degradasi. Seperti diketahui, kekalahan 0-1 dari Bournemouth di Stadium of Light, Sabtu (29/4) membuat Sunderland harus turun kasta ke Divisi Championship pada akhir musim 2016-2017.


Sunderland menjadi tim pertama yang memastikan terdegradasi ke Divisi Championship. Hasil ini tentu menjadi kepedihan. Selain harus menderita kekalahan ke-500 mereka di partai kandang sepanjang sejarah Liga Inggris, perjalanan selama 10 tahun terakhir berkompetisi di kasta teratas Liga Inggris harus terhenti 


Sunderland tak beranjak dari dasar klasemen dengan 21 poin dari 34 pertandingan. Dalam empat laga sisa, mustahil bagi tim asuhan David Moyes untuk selamat dengan selisih 13 poin dari Hull City yang berada di urutan ke-17. Hasilnya, posisi Moyes di kursi manajer ikut terancam. Namun, pria asal Skotlandia itu belum mau membahas masa depannya.


"Sekarang terlalu cepat untuk memikirkan dan membicarakannya. Mereka mempertanyakan itu selama satu sampai dua pekan terakhir. Saya belum tahu soal itu untuk saat ini. Saya hanya ingin memastikan Sunderland kembali ke Liga Inggris," ucap Moyes seperti dilansir Soccerway. Apalagi, lebih dari 90 persen perjalanan musim ini dihabiskan di zona degradasi.


Mantan manajer Everton dan Manchester United itu juga menyadari kualitas Sunderland tak cukup baik untuk bersaing. Namun, Moyes tak lupa meminta maaf kepada fans karena gagal memenuhi ekspektasi menyelamatkan tim berjuluk The Black Cats itu dari jeratan degradasi.


"Ini adalah hari terburuk saya dalam sepak bola. Saya turut merasakan apa yang dirasa para pendukung. Mereka mengeluarkan segenap perasaan dan uang untuk tim dan saya ikut memahami apa yang mereka rasakan," tutur Moyes.


"Ini adalah masalah kolektif dari atas ke bawah, tanpa menyalahkan individu manapun. Klub jauh lebih kuat daripada individu manapun. Saya tahu seperti apa tim Liga Inggris, seperti apa skuat di Premier League, dan kami telah melihat adanya kekurangan kualitas itu," tandasnya.


Penyesalan juga disampaikan Chairman Sunderland Ellis Short. Dia juga meminta maaf karena gagal beraktivitas dengan maksimal dalam setiap bursa transfer, yang berimbas kepada situasi pelik klub sepanjang musim.


"Saya benar-benar menyesal karena kami belum bisa mempertahankan status di kasta atas. Saya menyadari bahwa selama kepemimpinan saya, telah banyak kesalahan dilakukan, terutama dalam hal rekrutmen pemain. Hasilnya, kami memosisikan diri berjuang untuk bertahan dalam musim terakhir," sesal Short.


Meski begitu, Short belum mau membahas soal perubahan apa yang akan dilakukan di tubuh Sunderland. Termasuk mengenai nasib Moyes di kursi manajer.


"Kami perlu memperbaiki diri, baik di dalam maupun di luar lapangan, dan meski kecewa saat ini ada tekad kuat untuk melakukannya di seluruh klub. Ada pekerjaan penting yang harus dilakukan saat musim ini berakhir dan selama musim panas. Kami berniat untuk berbagi rencana untuk maju bersama para suporter," pungkasnya. (ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore