
David Moyes belum mau membahas soal masa depannya di kursi manajer Sunderland.
JawaPos.com - David Moyes belum mau membicarakan masa depannya meski gagal menyelamatkan Sunderland dari degradasi. Seperti diketahui, kekalahan 0-1 dari Bournemouth di Stadium of Light, Sabtu (29/4) membuat Sunderland harus turun kasta ke Divisi Championship pada akhir musim 2016-2017.
Sunderland menjadi tim pertama yang memastikan terdegradasi ke Divisi Championship. Hasil ini tentu menjadi kepedihan. Selain harus menderita kekalahan ke-500 mereka di partai kandang sepanjang sejarah Liga Inggris, perjalanan selama 10 tahun terakhir berkompetisi di kasta teratas Liga Inggris harus terhenti
Sunderland tak beranjak dari dasar klasemen dengan 21 poin dari 34 pertandingan. Dalam empat laga sisa, mustahil bagi tim asuhan David Moyes untuk selamat dengan selisih 13 poin dari Hull City yang berada di urutan ke-17. Hasilnya, posisi Moyes di kursi manajer ikut terancam. Namun, pria asal Skotlandia itu belum mau membahas masa depannya.
"Sekarang terlalu cepat untuk memikirkan dan membicarakannya. Mereka mempertanyakan itu selama satu sampai dua pekan terakhir. Saya belum tahu soal itu untuk saat ini. Saya hanya ingin memastikan Sunderland kembali ke Liga Inggris," ucap Moyes seperti dilansir Soccerway. Apalagi, lebih dari 90 persen perjalanan musim ini dihabiskan di zona degradasi.
Mantan manajer Everton dan Manchester United itu juga menyadari kualitas Sunderland tak cukup baik untuk bersaing. Namun, Moyes tak lupa meminta maaf kepada fans karena gagal memenuhi ekspektasi menyelamatkan tim berjuluk The Black Cats itu dari jeratan degradasi.
"Ini adalah hari terburuk saya dalam sepak bola. Saya turut merasakan apa yang dirasa para pendukung. Mereka mengeluarkan segenap perasaan dan uang untuk tim dan saya ikut memahami apa yang mereka rasakan," tutur Moyes.
"Ini adalah masalah kolektif dari atas ke bawah, tanpa menyalahkan individu manapun. Klub jauh lebih kuat daripada individu manapun. Saya tahu seperti apa tim Liga Inggris, seperti apa skuat di Premier League, dan kami telah melihat adanya kekurangan kualitas itu," tandasnya.
Penyesalan juga disampaikan Chairman Sunderland Ellis Short. Dia juga meminta maaf karena gagal beraktivitas dengan maksimal dalam setiap bursa transfer, yang berimbas kepada situasi pelik klub sepanjang musim.
"Saya benar-benar menyesal karena kami belum bisa mempertahankan status di kasta atas. Saya menyadari bahwa selama kepemimpinan saya, telah banyak kesalahan dilakukan, terutama dalam hal rekrutmen pemain. Hasilnya, kami memosisikan diri berjuang untuk bertahan dalam musim terakhir," sesal Short.
Meski begitu, Short belum mau membahas soal perubahan apa yang akan dilakukan di tubuh Sunderland. Termasuk mengenai nasib Moyes di kursi manajer.
"Kami perlu memperbaiki diri, baik di dalam maupun di luar lapangan, dan meski kecewa saat ini ada tekad kuat untuk melakukannya di seluruh klub. Ada pekerjaan penting yang harus dilakukan saat musim ini berakhir dan selama musim panas. Kami berniat untuk berbagi rencana untuk maju bersama para suporter," pungkasnya. (ira/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
