Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Ilham Safutra
Kamis, 5 November 2026 | 00.33 WIB

Tips Hemat agar Tagihan Listrik Tidak Membengkak

Seorang pelanggan sedang mengisi token listrik di salah satu rumah susun Jakarta. (Dok. JawaPos.com) - Image

Seorang pelanggan sedang mengisi token listrik di salah satu rumah susun Jakarta. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Konsumen PLN yang memakai listrik di rumah tangga perlu cermat melihat pemakaian elektronik agar tagihan listrik atau pemakaian kilowatt hour (kWh) tidak cepat habis. Langkah cermat itu untuk memastikan penggunaan listrik tidak boros.

Ketua Asosiasi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (Alperklinas) Tohom Purba mengatakan ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi tagihan listrik. Di antaranya peningkatan intensitas penggunaan peralatan elektronik, perubahan kebiasaan penghuni rumah, hingga kondisi peralatan listrik yang sudah tidak bekerja secara optimal.

"Sering kali konsumen hanya melihat nominal tagihan tanpa membandingkan jumlah pemakaian listrik dalam satuan kilowatt hour (kWh). Padahal, keduanya perlu dilihat secara bersamaan agar konsumen bisa mengetahui apakah kenaikan tagihan disebabkan peningkatan konsumsi atau faktor lainnya," ujar Tohom kepada media pada Rabu (4/11).

Konsumen PLN disarankan untuk membangun kebiasaan memantau pemakaian listrik secara mandiri. Salah satu caranya dengan memotret angka stand meter setiap tanggal yang sama pada tiap bulan, misalnya tanggal 25. Cara itu berlaku untuk tagihan listrik pascabayar. Dokumentasi tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan angka stand meter dan jumlah pemakaian kWh yang tercantum dalam tagihan listrik.

"Jika ditemukan perbedaan atau lonjakan yang tidak wajar, konsumen dapat segera meminta penjelasan dan penyesuaian kepada PLN," jelasnya.

Selain memantau stand meter, konsumen juga perlu memperhatikan penggunaan perangkat elektronik berdaya besar, seperti AC, pemanas air, pompa air, dan mesin cuci. Penggunaan perangkat tersebut dalam durasi panjang dapat berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi listrik. 

Karena itu, pengaturan suhu AC, penggunaan peralatan sesuai kebutuhan, serta mematikan perangkat yang tidak digunakan dapat membantu mengendalikan pemakaian energi.

Tohom mengingatkan konsumen agar tidak mengabaikan kondisi instalasi dan peralatan listrik di rumah. Peralatan yang mengalami kerusakan atau tidak terawat berpotensi menyebabkan penggunaan energi menjadi tidak efisien.

"Konsumen memiliki hak untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai dasar perhitungan tagihan listrik yang harus dibayarkan," tambahnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore