
ilustrasi orang yang pakai headphone. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Mendengarkan musik melalui earphone atau headphone sudah menjadi kebiasaan banyak orang ketika bekerja, belajar, berolahraga, maupun bersantai. Namun, kebiasaan mengatur volume terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran, terutama jika dilakukan berulang kali dalam waktu lama.
Musik memang dapat menjadi hiburan yang menyenangkan. Meski begitu, paparan suara keras perlu diperhatikan karena dampaknya tidak selalu langsung terasa. Seseorang bisa saja tetap mendengar dengan normal pada awalnya, padahal telinganya telah mengalami tekanan akibat suara yang berlebihan.
Risiko gangguan pendengaran tidak hanya ditentukan oleh seberapa keras suara yang didengar, tetapi juga berapa lama dan seberapa sering telinga terpapar. Oleh karena itu, membatasi volume dan memberikan waktu istirahat bagi telinga menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pendengaran.
Dilansir dari English Jagran, berikut empat dampak buruk yang perlu diwaspadai akibat kebiasaan mendengarkan musik dengan volume terlalu tinggi.
Telinga bagian dalam memiliki sel-sel rambut kecil yang berperan penting dalam mengubah getaran suara menjadi sinyal yang kemudian diteruskan ke otak. Sel-sel tersebut membantu manusia mengenali dan memahami berbagai bunyi di sekitarnya.
Paparan suara yang terlalu keras dapat merusak struktur tersebut. Risiko kerusakan semakin besar ketika seseorang mendengarkan musik dengan volume tinggi secara berulang atau dalam durasi yang panjang.
Masalahnya, sel-sel rambut pada telinga manusia tidak dapat tumbuh kembali secara normal setelah mengalami kerusakan. Jika kerusakan cukup parah, dampaknya dapat berupa penurunan kemampuan mendengar yang bersifat permanen.
Karena itu, mengurangi volume musik dan menghindari paparan suara keras dalam waktu lama menjadi langkah penting untuk melindungi fungsi pendengaran.
Salah satu dampak paparan suara berlebihan adalah noise-induced hearing loss (NIHL), yaitu gangguan pendengaran akibat kebisingan. Kondisi ini dapat terjadi ketika telinga terpapar suara keras, baik dari musik, mesin, maupun sumber kebisingan lainnya.
Gangguan pendengaran tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Pada sebagian orang, penurunan kemampuan mendengar dapat berkembang secara bertahap sehingga sulit disadari pada tahap awal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022