Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Oktober 2026 | 22.11 WIB

Hobi Mendengarkan Musik Kencang? Kenali 4 Bahaya yang Mengintai Pendengaran

ilustrasi orang yang pakai headphone. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi orang yang pakai headphone. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Mendengarkan musik melalui earphone atau headphone sudah menjadi kebiasaan banyak orang ketika bekerja, belajar, berolahraga, maupun bersantai. Namun, kebiasaan mengatur volume terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran, terutama jika dilakukan berulang kali dalam waktu lama.

Musik memang dapat menjadi hiburan yang menyenangkan. Meski begitu, paparan suara keras perlu diperhatikan karena dampaknya tidak selalu langsung terasa. Seseorang bisa saja tetap mendengar dengan normal pada awalnya, padahal telinganya telah mengalami tekanan akibat suara yang berlebihan.

Risiko gangguan pendengaran tidak hanya ditentukan oleh seberapa keras suara yang didengar, tetapi juga berapa lama dan seberapa sering telinga terpapar. Oleh karena itu, membatasi volume dan memberikan waktu istirahat bagi telinga menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pendengaran.

Dilansir dari English Jagran, berikut empat dampak buruk yang perlu diwaspadai akibat kebiasaan mendengarkan musik dengan volume terlalu tinggi.

1. Kerusakan Sel-Sel Rambut di Telinga Bagian Dalam

Telinga bagian dalam memiliki sel-sel rambut kecil yang berperan penting dalam mengubah getaran suara menjadi sinyal yang kemudian diteruskan ke otak. Sel-sel tersebut membantu manusia mengenali dan memahami berbagai bunyi di sekitarnya.

Paparan suara yang terlalu keras dapat merusak struktur tersebut. Risiko kerusakan semakin besar ketika seseorang mendengarkan musik dengan volume tinggi secara berulang atau dalam durasi yang panjang.

Masalahnya, sel-sel rambut pada telinga manusia tidak dapat tumbuh kembali secara normal setelah mengalami kerusakan. Jika kerusakan cukup parah, dampaknya dapat berupa penurunan kemampuan mendengar yang bersifat permanen.

Karena itu, mengurangi volume musik dan menghindari paparan suara keras dalam waktu lama menjadi langkah penting untuk melindungi fungsi pendengaran.

2. Meningkatkan Risiko Gangguan Pendengaran

Salah satu dampak paparan suara berlebihan adalah noise-induced hearing loss (NIHL), yaitu gangguan pendengaran akibat kebisingan. Kondisi ini dapat terjadi ketika telinga terpapar suara keras, baik dari musik, mesin, maupun sumber kebisingan lainnya.

Gangguan pendengaran tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Pada sebagian orang, penurunan kemampuan mendengar dapat berkembang secara bertahap sehingga sulit disadari pada tahap awal.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore