Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Oktober 2026 | 04.29 WIB

Saat Hati Terluka, Orang Bermental Tangguh Biasanya Melakukan 9 Hal Ini

Ilustrasi hal yang diam-diam dilakukan orang kuat saat mengalamai kekecewaan mendalam (Geediting)

JawaPos.com – Kekecewaan merupakan pengalaman yang hampir tidak bisa dihindari dalam kehidupan. Perasaan ini bisa muncul ketika harapan tidak terwujud, hubungan mengalami masalah, atau usaha yang telah dilakukan belum membuahkan hasil sesuai keinginan.

Meski sama-sama merasakan luka batin, setiap orang mempunyai cara berbeda dalam menyikapinya. Ada yang langsung meluapkan emosinya, sementara sebagian lainnya memilih menenangkan diri dan memahami keadaan sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Orang yang memiliki ketahanan emosional cenderung berusaha menghadapi perasaan tersebut dengan cara yang lebih sehat. Mereka tidak harus selalu terlihat tegar, tetapi belajar menerima emosi, menjaga diri, dan perlahan menemukan jalan untuk bangkit kembali.

Dilansir dari laman Geediting, terdapat sembilan hal yang kerap dikaitkan dengan cara orang bermental kuat menghadapi kekecewaan mendalam. Kebiasaan-kebiasaan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengelola emosi dan menghadapi masa sulit dengan lebih bijaksana.

1. Memberi Waktu untuk Menenangkan Pikiran

Ketika menghadapi kenyataan yang mengecewakan, orang yang mampu mengelola emosinya dengan baik biasanya tidak terburu-buru mengambil keputusan. Mereka memilih berhenti sejenak untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Waktu untuk merenung membantu seseorang mengenali penyebab kekecewaan sekaligus mempertimbangkan respons yang paling tepat. Dengan begitu, keputusan tidak hanya didasarkan pada luapan emosi sesaat.

Mengambil jeda bukan berarti menghindari masalah. Sebaliknya, langkah ini dapat menjadi kesempatan untuk melihat persoalan secara lebih jernih sebelum kembali menghadapinya.

2. Tetap Menemukan Hal yang Patut Disyukuri

Saat menghadapi masa sulit, menemukan sesuatu yang patut disyukuri mungkin terasa tidak mudah. Namun, sebagian orang berusaha mengingat hal-hal baik yang masih mereka miliki tanpa mengabaikan rasa sedih yang sedang dirasakan.

Mereka mungkin bersyukur karena masih mempunyai keluarga yang mendukung, teman yang bisa dipercaya, atau kesempatan untuk mencoba kembali. Hal sederhana tersebut dapat membantu menghadirkan perspektif yang lebih seimbang.

Bersyukur bukan berarti menyangkal kesedihan. Sikap ini justru dapat berjalan berdampingan dengan proses menerima luka dan mencari cara untuk memulihkan diri.

3. Belajar Menerima Kenyataan

Tidak semua hal dalam hidup berjalan sesuai rencana. Orang yang tangguh secara emosional berusaha memahami bahwa ada keadaan yang bisa diperbaiki dan ada pula hal-hal yang berada di luar kendali mereka.

Alih-alih terus mempertanyakan mengapa sesuatu harus terjadi, mereka perlahan mengarahkan perhatian pada langkah yang masih bisa dilakukan. Cara pandang ini membantu mengurangi kecenderungan terjebak dalam penyesalan berkepanjangan.

Menerima kenyataan memang tidak selalu mudah dan membutuhkan waktu. Namun, penerimaan dapat menjadi awal untuk menyusun kembali rencana dan melanjutkan kehidupan.

4. Mengatur Pernapasan saat Emosi Memuncak

Kekecewaan yang mendalam terkadang membuat pikiran terasa penuh dan tubuh ikut menegang. Dalam situasi seperti ini, latihan pernapasan perlahan bisa membantu seseorang menenangkan diri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore