Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 21.20 WIB

11 Tanda Seseorang Akan Melakukan Ghosting, Salah Satunya Mengaku Terlalu Sibuk

Gambar utama - Image
Ilustrasi ghosting (magnific)

JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, komunikasi menjadi salah satu kunci untuk menjaga kedekatan dan membangun kepercayaan.

Namun, tidak semua orang mampu mengakhiri hubungan atau menyampaikan perubahan perasaan secara terbuka. Sebagian justru memilih menjauh secara perlahan hingga akhirnya menghilang tanpa memberikan penjelasan.

Perilaku tersebut dikenal sebagai ghosting, yakni tindakan memutus komunikasi secara tiba-tiba tanpa penjelasan yang jelas. Ghosting bisa terjadi dalam hubungan asmara, pertemanan, bahkan lingkungan profesional.

Orang yang melakukannya mungkin merasa kesulitan menghadapi konflik, takut menyakiti perasaan orang lain, atau memang sudah kehilangan minat untuk melanjutkan hubungan.

Sebelum benar-benar menghilang, seseorang terkadang mengucapkan kalimat tertentu yang mengisyaratkan keinginannya untuk menjaga jarak.

Meski demikian, ungkapan tersebut tidak selalu berarti seseorang akan melakukan ghosting. Kesibukan, masalah pribadi, dan kebutuhan untuk menyendiri juga bisa menjadi alasan yang sebenarnya.

Karena itu, penting untuk memperhatikan pola komunikasi dan tindakan seseorang, bukan hanya berpegang pada satu kalimat.

Dilansir dari YourTango, berikut 11 ungkapan yang kerap muncul sebelum seseorang menghilang tanpa kabar.

1. "Akhir-akhir ini aku sangat sibuk"

Mengaku sedang sibuk merupakan salah satu alasan yang sering digunakan ketika seseorang mulai mengurangi intensitas komunikasi.

Pada awalnya, kalimat ini mungkin terdengar wajar karena setiap orang memiliki tanggung jawab dan urusan pribadi yang perlu diselesaikan.

Namun, jika alasan sibuk terus berulang tanpa disertai usaha untuk melanjutkan percakapan atau meluangkan waktu, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa seseorang mulai kehilangan ketertarikan.

Mereka mungkin tetap membalas pesan sesekali, tetapi tidak lagi menunjukkan antusiasme seperti sebelumnya.

Bagi orang yang menerima perlakuan tersebut, ketidakjelasan ini dapat memicu berbagai pertanyaan. Mereka mungkin bertanya-tanya apakah telah melakukan kesalahan atau tidak lagi dianggap penting.

Padahal, perubahan sikap seseorang tidak selalu mencerminkan kekurangan dalam diri Anda.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore