Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Oktober 2026 | 13.34 WIB

8 Frasa yang Sering Diucapkan Orang yang Mulai Kewalahan Menerima Pekerjaan Tambahan, Apa Saja?

Ilustrasi orang yang kewalahan kerja (magnific/creativeart) - Image

Ilustrasi orang yang kewalahan kerja (magnific/creativeart)

JawaPos.com - Burnout di tempat kerja umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini sering berkembang perlahan, dimulai dari rasa lelah yang semakin sulit diabaikan hingga munculnya kesulitan untuk menerima tugas atau tanggung jawab tambahan.

Bagi sebagian orang, pekerjaan yang sebelumnya terasa biasa saja bisa mulai menjadi beban. Bahkan tugas sederhana pun terasa berat ketika energi fisik dan mental sudah terkuras. Kondisi tersebut terkadang terlihat dari cara seseorang berbicara dalam percakapan sehari-hari.

Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi merupakan bagian penting dari kesejahteraan. Namun, ketika seseorang mulai kewalahan, mereka terkadang tidak menyadari bahwa dirinya sudah berada dalam kondisi yang membutuhkan perubahan.

Dikutip dari laman YourTango, berikut beberapa ungkapan yang kerap muncul ketika seseorang mulai kesulitan menghadapi beban pekerjaan.

1. "Aku kewalahan"

Ungkapan "aku kewalahan" biasanya menunjukkan bahwa seseorang mulai merasa beban yang dihadapinya sudah melampaui kemampuannya untuk mengelola semuanya.

Orang tersebut mungkin memahami tanggung jawab yang harus diselesaikan, tetapi tetap kesulitan mengatakan tidak ketika mendapat tugas tambahan. Perasaan tertekan pun semakin menumpuk.

Kelelahan kerja juga tidak selalu disebabkan oleh pekerjaan semata. Masalah keluarga, hubungan sosial, kondisi finansial, atau berbagai persoalan pribadi dapat ikut memengaruhi kondisi seseorang.

Dalam situasi tertentu, pekerjaan hanya menjadi pemicu terakhir ketika tekanan dari berbagai arah sudah menumpuk.

2. "Bisakah kamu menangani ini untukku?"

Meminta bantuan atau mendelegasikan pekerjaan bukan selalu tanda seseorang tidak bertanggung jawab. Justru, bagi orang yang sudah memiliki terlalu banyak tugas, membagi pekerjaan dapat menjadi cara untuk menjaga kualitas hasil kerja.

Mereka mungkin meminta bantuan kepada rekan yang lebih sesuai untuk menangani tugas tertentu.

Tujuannya bukan sekadar mendapatkan lebih banyak waktu luang, melainkan memastikan tanggung jawab yang sudah berada di tangan mereka tetap dapat diselesaikan dengan baik.

Kemampuan mendelegasikan pekerjaan juga dapat membantu seseorang menghindari beban yang semakin tidak terkendali.

3. "Saya tidak yakin saya orang yang tepat"

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore