
Sejumlah model memperagakan busana modest fashion berbasis wastra Nusantara saat trunk show acara Kick Off IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 di Raffles Hotel Jakarta, Senin (28/9). (IST)
JawaPos.com – Kekayaan wastra Nusantara terus menunjukkan transformasi kreatif hingga mampu bersaing di kancah internasional. Inovasi motif wastra saat ini makin berkembang pesat tanpa menghilangkan roh budayanya.
Salah satunya terlihat dalam ajang kolaborasi terpadu Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) dan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). Para desainer dan UMKM lokal didorong untuk mengolah kain tradisional menjadi busana ready-to-wear modern yang diminati pasar global.
Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Putu Rahwidhiyasa, mengungkapkan, identitas budaya Indonesia tidak hanya ditampilkan secara tradisional, melainkan dikembangkan menjadi produk fashion kontemporer yang relevan dengan kebutuhan dunia. Hal ini dilakukan melalui pembekalan edukasi global trend forecasting serta pendampingan intensif.
"Dari member IKRA sendiri itu nge-develop motif yang sangat kontemporer. Jadi ada batik atau wastra yang biasa, ada yang sangat kontemporer. Kemarin itu saya hampir tidak mengenali bahwasannya itu batik. Dan ini adalah langkah agar batik bisa secepat mungkin diterima di pasar global," ujar Putu Rahwidhiyasa.
Ia mencontohkan karya dari perwakilan daerah yang berhasil mengemas batik dalam balutan modern. "Kemarin itu dari KPw Jember bikin motif yang sangat kontemporer, tapi prosesnya batik. Jadi untuk menangkap tren pasar global, kami sudah antisipasi," tambahnya.
Menjawab Tren Sustainable dan Kebutuhan 4 Musim
Selain inovasi motif, tren fashion dunia kini kian bergeser ke arah keberlanjutan (sustainability). Project Officer IN2MOTIONFEST x JMFW sekaligus pengurus Indonesian Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma, menjelaskan bahwa tren mendatang lebih mengedepankan kualitas ketimbang kuantitas.
"Kalau tren ke depannya itu adalah tren sustainable. Arah ke quality over quantity itu akan jauh lebih terasa, tidak hanya di kalangan atas saja, tapi sudah ke arah kalangan bawah juga. Jadi kualitas itu sudah mulai diperhatikan," ungkap Ali Charisma.
Ali menambahkan, pergeseran ini membuat desain fesyen tidak lagi sesaat, melainkan mengarah pada model bisnis yang tahan lama.
"Jadinya untuk tren fesyen tidak terlalu meledak-ledak, tapi ke arah bisnis-bisnis yang long lasting, yang tidak termakan oleh zaman istilahnya, tapi tidak ketinggalan zaman juga. Identitas budaya itu otomatis digodok menjadi tren, dan diharapkan menjadi produk yang kontemporer, bukan ditampilkan secara tradisional," jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022