
Desainer Era Krisna (kiri), Bendahara Umum DPP FPPI Yuli Andriyani (dua dari kiri) bersama istri Kedubes RI Untuk Australia Ibu DR. Siswo Pramono (dua dari kanan), dan Desainer Rasyida Alam (kanan) saat Modest Fashion Week in Melbourne. (FPPI untuk Jawa Pos)
JawaPos.com - Gaun-gaun bernuansa batik dan tenun Nusantara melenggang di panggung Indonesia Modest Fashion Week in Melbourne, Australia, akhir pekan ini. Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Jawa Timur membawa dua desainer asal Jatim untuk memperkenalkan wastra Indonesia ke pasar internasional sekaligus menunjukkan bahwa kain tradisional mampu tampil modern di panggung dunia.
Bendahara Umum DPP FPPI Yuli Andriyani mengatakan, FPPI Jatim mengirim dua desainer dalam ajang tersebut. Mereka adalah Era Krisna dan Rasyida Alam/Shanty Tuakiya yang membawa koleksi berbahan batik, tenun, dan lagosi Makasar khas Nusantara.
Menurut dia, keikutsertaan desainer Jatim menjadi bagian penting untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui industri fashion muslim modern. ”Kami ingin wastra Nusantara dikenal lebih luas di pasar internasional,” ujar Yuli Andriyani.
Yuli menjelaskan, kedua desainer tersebut tidak hanya membawa karya busana, tetapi juga memperkenalkan filosofi kain tradisional Indonesia kepada masyarakat Australia. Setiap koleksi yang ditampilkan memadukan unsur modern dengan motif khas daerah sehingga tetap mempertahankan identitas budaya lokal.
Selain itu, penggunaan kain tenun, batik & lagosi menjadi bentuk pelestarian warisan budaya di tengah perkembangan industri mode global. ”Kain Nusantara punya nilai budaya yang sangat kuat,” kata Yuli Andriyani.
Menurut dia, ajang Indonesia Modest Fashion Week in Melbourne digelar atas kerja sama Atase Perdagangan Indonesia di Australia dengan Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria (Perwira) Australia. Kegiatan berlangsung mulai 16 hingga 26 Mei dan menjadi ruang promosi produk fashion Indonesia di mancanegara. Dalam pelaksanaannya, acara itu digelar di sejumlah kota besar di Australia.
Baca Juga:Polisi masih Selidiki Kebakaran Gedung PPJT RSUD Dr Soetomo yang Sebabkan 1 Pasien Meningggal
”Ini menjadi kesempatan besar bagi desainer Indonesia untuk go internasional,” terang Yuli Andriyani.
Rangkaian kegiatan dimulai di Canberra, Australia, selama dua hari mulai hari ini hingga Minggu (17/5). Acara digelar di kediaman Duta Besar Indonesia untuk Australia dan dibuka Siswo Pramono.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di Sydney sebelum akhirnya berlangsung di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Australia pada 18-20 Mei. ”Puncak acaranya nanti digelar di Melbourne,” jelas Yuli Andriyani.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
