Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 September 2026 | 17.08 WIB

Sumber Air Alternatif untuk Mengatasi Krisis Saat Darurat Kekeringan, Siapkan Stok untuk Kemarau

Ilustrasi bendungan/Magnific - Image

Ilustrasi bendungan/Magnific

JawaPos.com - Air menjadi kebutuhan krusial bagi kehidupan manusia.

Mulai dari air bersih untuk memasak, minum,sampai memenuhi kebutuhan primer sehari-hari seperti mandi, mencuci, menyiram tanaman pertanian, sampai keperluan bahan bakar pembangkit listrik.

Lebih dari 96% bumi terdiri dari air. Namun, hanya 3,5% yang dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia. 

Salah satu persoalan yang menyebabkan ketersediaan air tidak optimal adalah pengelolaan air, terutama saat musim hujan. Air saat musim hujan terbilang melimpah, namun akan mengalir begitu saja ke laut tanpa adanya penampungan atau penyerapan yang optimal di dalam permukaan tanah.

Menurut informasi dari laman mertani.co. dan  shimizu yang dikutip pada (18/9) salah satu faktor yang menyebabkan air tidak tertampung dan terserap secara optimal adalah pencemaran limbah industri, permukiman padat penduduk, penggunaan beton pada jalanan, sampai kawasan karst yang tidak bisa menyerap air.

Menurut Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 Air adalah kebutuhan dasar bagi warganegara, sehingga negara wajib untuk mengelola air agar dapat dimanfaatkan masyarakat dan tidak untuk sepenuhnya dikomersialkan.

Sementara itu, pada saat musim kemarau panjang ini, ketersediaan air di beberapa daerah  mulai terdampak. Kondisi tersebut terjadi mulai dari daerah permukiman padat penduduk, wilayah kering, sampai daerah dengan pegunungan karst. 

Jika hanya mengandalkan air hujan alami yang diharapkan turun saat musim kemarau panjang, maka air tidak akan bisa terpenuhi saat hanya bergantung pada faktor alam.

Oleh karena itu, terdapat beberapa langkah alternatif yang dapat dilakukan untuk memenuhi pasokan air di wilayah terdampak diantaranya sebagai berikut.   

Hujan buatan dapat dilakukan saat musim kemarau panjang. Hujan buatan merupakan teknologi dengan menebar bahan kimia ke awan, sehingga hujan bisa turun.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore