
Ilustrasi cuaca hujan di Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Turunnya hujan di sejumlah wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir memicu pertanyaan publik terkait potensi dimulainya pergantian musim penghujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan, fenomena tersebut belum menandakan awal musim hujan.
Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, wilayah Jakarta dan sekitarnya saat ini masih berada dalam periode musim kemarau.
Penentuan masuknya musim hujan tidak bisa didasarkan pada fenomena presipitasi yang berlangsung singkat.
"Hujan yang terjadi di Jabodetabek pada 18–19 September 2026 belum dapat diartikan sebagai awal musim hujan. Pergantian musim tidak ditentukan hanya berdasarkan hujan selama satu atau dua hari, tetapi dari konsistensi pola hujan dalam beberapa dasarian," ujar Andri kepada JawaPos.com, Selasa (22/9).
Pemicu Dinamika Atmosfer dan Kelembapan Tinggi
Munculnya hujan pada 18–19 September 2026 dipicu oleh dinamika atmosfer yang sedang aktif di kawasan tersebut.
Kondisi ini secara signifikan mendukung pembentukan awan-awan hujan di wilayah Jawa bagian barat.
Kondisi atmosfer tersebut diperkuat oleh tingkat kelembapan udara yang tinggi serta adanya area pertemuan dan perlambatan angin di sekitar Jabodetabek.
Selain itu, interaksi antara angin laut dari Laut Jawa dan topografi lokal Jawa Barat turut meluasnya potensi pembentukan awan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022