seseorang yang menampilkan kesan pertama yang baik saat first date / foto: Magnific/drobotdean
Dalam waktu yang relatif singkat, manusia cenderung membentuk penilaian awal tentang orang yang baru ditemuinya. Kita memperhatikan ekspresi wajah, cara berbicara, bahasa tubuh, respons terhadap situasi, hingga bagaimana seseorang memperlakukan orang lain.
Bukan berarti penilaian pertama selalu benar. Justru sebaliknya, kesan pertama bisa dipengaruhi berbagai bias dan informasi yang sangat terbatas. Namun, karena kesan tersebut terbentuk dengan cepat, ia dapat memengaruhi bagaimana seseorang menafsirkan perilaku pasangannya pada pertemuan-pertemuan berikutnya.
Itulah sebabnya kesan pertama ketika first date dengan calon pasangan menjadi penting.
Dilansir dari Psychology Today pada Jumat (18/9), terdapat tujuh alasannya menurut perspektif psikologi.
1. Otak Manusia Cenderung Membentuk Penilaian Awal dengan Cepat
Ketika bertemu seseorang untuk pertama kali, otak tidak menunggu berhari-hari untuk mulai membuat penilaian. Dalam interaksi sosial, manusia secara alami berusaha memahami orang lain berdasarkan informasi yang tersedia.
Hal ini berkaitan dengan konsep yang sering disebut thin-slicing, yaitu kemampuan manusia membuat penilaian berdasarkan potongan informasi yang relatif singkat.
Dalam first date, informasi tersebut bisa berupa:
cara seseorang menyapa,
ekspresi wajah,
kontak mata,
intonasi suara,
cara berpakaian,
bahasa tubuh,
cara merespons pertanyaan,
serta bagaimana ia memperlakukan orang di sekitarnya.
Bayangkan seseorang datang ke tempat kencan dengan wajah ramah, menyapa dengan hangat, memperkenalkan diri dengan percaya diri, kemudian bertanya dengan tulus tentang lawan bicaranya.
Tanpa disadari, lawan kencannya mungkin mulai membangun kesan seperti:
"Orang ini kelihatannya nyaman diajak bicara."
Sebaliknya, jika seseorang terlihat tidak tertarik, terus memainkan ponsel, memotong pembicaraan, atau menunjukkan sikap tidak menghargai, kesan yang muncul bisa berbeda.
Yang menarik, penilaian awal tidak harus sepenuhnya akurat untuk tetap berpengaruh.
Inilah yang membuat beberapa menit pertama sebuah pertemuan dapat menjadi penting.
Namun, penting untuk memahami bahwa thin-slicing bukan kemampuan membaca kepribadian seseorang secara ajaib. Penilaian yang dibuat dari informasi singkat tetap dapat keliru karena informasi yang tersedia sangat terbatas.
2. Kesan Pertama Dapat Menciptakan "Halo Effect"
Salah satu konsep terkenal dalam psikologi sosial adalah halo effect.
Secara sederhana, halo effect terjadi ketika satu karakteristik positif atau negatif seseorang memengaruhi penilaian kita terhadap karakteristik lainnya.
Misalnya, seseorang terlihat ramah dan percaya diri pada first date.
Karena kesan positif tersebut, lawan kencannya mungkin kemudian lebih mudah menafsirkan perilaku lain secara positif.
Ketika orang tersebut bercerita tentang pekerjaannya, misalnya, lawan bicara mungkin menganggapnya sebagai pribadi yang kompeten.
Ketika ia terlambat membalas pesan beberapa jam kemudian, perilaku tersebut mungkin dianggap sebagai "sedang sibuk", bukan langsung sebagai tanda tidak tertarik.
Sebaliknya, apabila kesan awal sudah sangat negatif, perilaku yang sebenarnya netral dapat lebih mudah ditafsirkan secara negatif.
Misalnya:
Kesan awal positif:
"Dia tadi kelihatan sangat perhatian. Mungkin dia memang sedang sibuk."
Kesan awal negatif:
"Dari awal saja dia sudah kelihatan tidak tertarik. Mungkin memang dia tidak menghargai aku."
Padahal, dalam kedua kasus tersebut, fakta sebenarnya bisa saja sama.
Ini menunjukkan bahwa kesan pertama bukan hanya menentukan apa yang kita pikirkan tentang seseorang, tetapi juga dapat memengaruhi bagaimana kita menafsirkan perilakunya setelah itu.
3. First Date Menjadi Dasar Ekspektasi untuk Pertemuan Berikutnya
Hubungan romantis tidak dibangun hanya dari satu pertemuan. Namun, first date sering menjadi titik awal terbentuknya ekspektasi.
Setelah pertemuan pertama, seseorang biasanya mulai memiliki gambaran mengenai calon pasangannya.
Misalnya:
"Dia orangnya hangat."
"Dia sepertinya pendengar yang baik."
"Aku merasa nyaman ketika berbicara dengannya."
Atau sebaliknya:
"Aku merasa harus berhati-hati ketika berbicara dengannya."
Ekspektasi semacam ini kemudian dapat memengaruhi interaksi selanjutnya.
Jika first date menghasilkan pengalaman yang positif, seseorang mungkin datang ke pertemuan kedua dengan sikap yang lebih terbuka dan antusias.
Ia mungkin lebih bersedia menceritakan pengalaman pribadi, mengajukan pertanyaan yang lebih mendalam, atau menunjukkan sisi dirinya yang lebih personal.
Dengan kata lain, kesan pertama dapat menjadi fondasi psikologis bagi perkembangan hubungan.
Tetapi fondasi bukan berarti vonis.
Kesan pertama dapat berubah ketika seseorang memperoleh informasi baru. Orang yang awalnya terlihat pendiam bisa ternyata sangat hangat setelah merasa nyaman. Sebaliknya, orang yang awalnya sangat menarik bisa menunjukkan sisi yang berbeda setelah hubungan berkembang.
Karena itu, kesan pertama sebaiknya dipandang sebagai informasi awal, bukan kesimpulan final tentang seseorang.
4. Kesan Pertama Membantu Membangun Rasa Aman dan Kenyamanan
Dalam hubungan romantis, ketertarikan saja tidak selalu cukup.
Seseorang juga perlu merasa cukup aman dan nyaman untuk menjadi dirinya sendiri.
First date menjadi kesempatan untuk merasakan apakah interaksi dengan orang tersebut terasa nyaman.
Perhatikan misalnya ketika seseorang:
mendengarkan tanpa terus-menerus memotong,
menghargai perbedaan pendapat,
tidak memaksa lawan bicara membuka hal pribadi,
memperhatikan batasan,
tidak merendahkan orang lain,
serta mampu membuat percakapan berlangsung dua arah.
Perilaku seperti ini dapat memberikan sinyal sosial bahwa interaksi tersebut relatif aman dan menyenangkan.
Sebaliknya, perilaku seperti meremehkan, terlalu mengontrol, memaksa, atau mengabaikan batasan dapat menjadi informasi penting yang patut diperhatikan.
Karena itu, membuat kesan pertama yang baik bukan berarti seseorang harus tampil sempurna.
Yang jauh lebih penting adalah menunjukkan rasa hormat, perhatian, dan keterbukaan secara autentik.
First date yang sehat bukan kompetisi untuk membuktikan bahwa kita adalah orang paling menarik.
First date adalah proses dua orang mencari tahu:
"Apakah aku merasa nyaman menjadi diriku sendiri ketika bersama orang ini?"
5. Kesan Pertama Dapat Memengaruhi Ketertarikan Romantis
Ketertarikan romantis tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik.
Dalam interaksi pertama, seseorang juga dapat menilai berbagai aspek seperti:
kehangatan,
humor,
rasa percaya diri,
kemampuan berkomunikasi,
perhatian,
kesopanan,
dan kesamaan nilai atau minat.
Karena first date biasanya merupakan pertemuan yang penuh informasi sosial, berbagai karakteristik tersebut muncul secara bersamaan.
Misalnya, seseorang mungkin awalnya tidak terlalu memperhatikan penampilan lawan kencannya. Namun setelah berbicara selama satu jam, ia menemukan bahwa orang tersebut memiliki humor yang cocok, mendengarkan dengan baik, dan memiliki cara berpikir yang menarik.
Ketertarikan pun dapat berkembang.
Hal ini menunjukkan bahwa first impression bukan hanya tentang bagaimana seseorang terlihat, tetapi juga tentang bagaimana rasanya berinteraksi dengannya.
Dalam konteks romantis, pengalaman emosional selama pertemuan pertama bisa menjadi bagian penting dari evaluasi seseorang terhadap kemungkinan hubungan.
Apakah percakapannya terasa menyenangkan?
Apakah ada rasa saling menghargai?
Apakah seseorang merasa didengarkan?
Apakah interaksinya terasa natural?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering kali lebih bermakna daripada sekadar apakah seseorang terlihat sempurna.
6. Kesan Pertama Dapat Memengaruhi Cara Kita Berkomunikasi Setelah Kencan
Dampak first date tidak berhenti ketika dua orang berpisah.
Setelah kencan selesai, biasanya muncul fase berikutnya: komunikasi melalui pesan, telepon, atau pertemuan berikutnya.
Di sinilah kesan awal dapat kembali memainkan peran.
Jika first date terasa menyenangkan, seseorang mungkin lebih termotivasi untuk melanjutkan komunikasi.
Pesan sederhana seperti:
"Tadi seru banget ngobrol sama kamu."
dapat terasa lebih bermakna karena didukung pengalaman positif yang baru saja terjadi.
Sebaliknya, jika first date terasa canggung atau tidak menyenangkan, seseorang mungkin lebih berhati-hati dalam melanjutkan komunikasi.
Bahkan respons yang sebenarnya netral dapat ditafsirkan berdasarkan pengalaman sebelumnya.
Misalnya, pesan:
"Oke, nanti aku kabari."
bisa terasa berbeda bagi seseorang yang baru saja mengalami kencan yang sangat menyenangkan dibandingkan seseorang yang sejak awal merasa tidak nyaman.
Inilah salah satu alasan mengapa komunikasi setelah first date tidak berdiri sendiri. Ia sering kali merupakan kelanjutan dari pengalaman emosional yang terbentuk selama pertemuan pertama.
7. First Date Menjadi Kesempatan Menunjukkan Karakter, Bukan Sekadar Membuat Orang Terpukau
Ini mungkin alasan yang paling penting.
Banyak orang menganggap "membuat kesan pertama yang baik" berarti harus tampil sempurna.
Harus terlihat keren.
Harus memiliki topik pembicaraan yang luar biasa.
Harus selalu lucu.
Harus terlihat sukses.
Padahal, psikologi hubungan menunjukkan bahwa interaksi romantis bukan hanya tentang menciptakan daya tarik sesaat.
First date juga memberikan kesempatan untuk menunjukkan bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain.
Misalnya:
Cara mendengarkan
Apakah kita benar-benar memperhatikan ketika orang lain berbicara?
Cara memperlakukan orang lain
Bagaimana kita berbicara dengan pelayan restoran, kasir, pengemudi, atau orang asing?
Cara menghadapi perbedaan
Apakah kita bisa berbeda pendapat tanpa merendahkan?
Cara menghormati batasan
Apakah kita menerima ketika seseorang mengatakan "tidak" atau merasa tidak nyaman?
Cara menunjukkan ketertarikan
Apakah kita menunjukkan ketertarikan tanpa membuat orang lain merasa tertekan?
Hal-hal kecil tersebut dapat memberikan gambaran yang jauh lebih berguna tentang seseorang daripada sekadar mencoba terlihat sempurna.
Dengan demikian, first date sebaiknya bukan panggung untuk memainkan karakter, melainkan kesempatan untuk memperlihatkan versi diri yang autentik dan menghargai orang lain.
Jadi, Seberapa Penting Sebenarnya Kesan Pertama?
Kesan pertama penting, tetapi bukan segalanya.
Ini adalah perbedaan yang perlu dipahami.
Psikologi menunjukkan bahwa manusia memang cenderung membentuk penilaian awal dengan cepat. Penilaian tersebut dapat memengaruhi ekspektasi, interpretasi perilaku, dan keputusan untuk melanjutkan interaksi.
Namun, manusia juga mampu memperbarui penilaiannya ketika mendapatkan informasi baru.
Seseorang bisa memiliki first date yang biasa saja tetapi kemudian membangun hubungan yang sangat baik.
Sebaliknya, first date yang terasa luar biasa juga tidak menjamin hubungan akan berjalan baik dalam jangka panjang.
Karena itu, ada dua kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Kesalahan pertama: menganggap first impression tidak penting sama sekali.
Kesalahan kedua: menganggap first impression selalu benar.
Keduanya terlalu ekstrem.
Cara yang lebih sehat adalah melihat first date sebagai kesempatan untuk mendapatkan informasi awal tentang kecocokan, sambil tetap memberikan ruang bagi kedua orang untuk saling mengenal lebih dalam.
Bagaimana Cara Membuat Kesan Pertama yang Baik Saat First Date?
Tidak perlu menggunakan trik manipulatif atau berpura-pura menjadi orang lain.
Beberapa hal sederhana justru dapat memberikan pengalaman yang lebih positif:
1. Datang dengan persiapan yang cukup.
Usahakan tepat waktu dan pilih pakaian yang membuat diri sendiri nyaman serta sesuai dengan situasi.
2. Dengarkan dengan sungguh-sungguh.
Jangan menjadikan kencan sebagai sesi wawancara atau monolog tentang diri sendiri.
3. Ajukan pertanyaan yang terbuka.
Misalnya, daripada hanya bertanya "Kamu suka traveling?", bisa bertanya, "Tempat yang pernah kamu datangi dan paling berkesan buat kamu apa?"
4. Jangan terlalu sibuk dengan ponsel.
Memberikan perhatian penuh merupakan bentuk penghargaan sederhana.
5. Jangan memaksakan citra tertentu.
Kejujuran dan autentisitas lebih berkelanjutan daripada mencoba mempertahankan persona yang sebenarnya tidak sesuai dengan diri sendiri.
6. Perhatikan batasan.
Ketertarikan tidak memberikan seseorang hak untuk memaksa.
7. Jangan takut menjadi sedikit gugup.
First date memang dapat membuat seseorang gugup. Menjadi sedikit canggung bukan berarti kencan tersebut gagal.
Kesimpulan
Menurut psikologi, kesan pertama saat first date penting karena manusia cenderung membentuk penilaian sosial dengan cepat. Kesan tersebut dapat memengaruhi ketertarikan, ekspektasi, rasa nyaman, interpretasi terhadap perilaku, serta keinginan untuk melanjutkan komunikasi.
Namun, first impression bukanlah keputusan final.
Hubungan yang sehat membutuhkan lebih dari satu pertemuan. Dibutuhkan waktu untuk melihat konsistensi perilaku, nilai-nilai yang dimiliki, cara menyelesaikan konflik, kemampuan berkomunikasi, serta bagaimana masing-masing orang memperlakukan satu sama lain dalam berbagai situasi.
Karena itu, tujuan first date sebenarnya bukan "bagaimana membuat dia langsung jatuh cinta?"
Tujuan yang lebih realistis adalah:
"Bagaimana aku bisa hadir sebagai diriku sendiri, memperlakukan orang ini dengan baik, dan mencari tahu apakah kami nyaman serta cocok untuk saling mengenal lebih jauh?"
Sebab pada akhirnya, kesan pertama mungkin membuka pintu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022