
Gaya hidup zero waste atau bebas sampah punya manfaat luar biasa demi menjaga alam tetap lestari. (SHVETS Production/Pexels.com)
JawaPos.com - Mengurangi sampah tidak selalu harus dimulai dengan membeli berbagai produk ramah lingkungan. Kebiasaan sederhana seperti menggunakan barang lebih lama, memperbaiki barang yang rusak, hingga mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup zero waste.
Istilah zero waste mungkin masih identik dengan penggunaan tumbler, tas belanja, sedotan pakai ulang atau berbagai produk yang dirancang untuk mengurangi sampah. Padahal, prinsip zero waste tidak berhenti pada barang apa yang digunakan, tetapi juga bagaimana seseorang mengurangi konsumsi dan memperpanjang masa pakai barang.
Secara sederhana, zero waste merupakan pendekatan untuk mengurangi timbulan sampah dengan mendorong penggunaan sumber daya secara lebih bijak. Prinsipnya dapat dilakukan melalui upaya mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali, memperbaiki, dan mengolah barang agar tidak langsung berakhir sebagai sampah.
Kebiasaan tersebut mulai diterapkan oleh sebagian generasi muda. Berdasarkan laporan GoodStats mengenai penerapan zero waste pada generasi muda pada 2023, sebanyak 55% responden tercatat membawa tas jinjing ketika berbelanja dan menggunakan tumbler.
Selain itu, 54% responden mulai mengurangi penggunaan plastik, 46% membawa tempat makan sendiri sedangkan 15% memilih produk yang dinilai ramah lingkungan.
Data tersebut menunjukkan bahwa penerapan prinsip zero waste dapat dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari. Tidak harus langsung mengubah seluruh pola konsumsi, beberapa kebiasaan kecil dapat menjadi langkah awal.
Langkah pertama justru tidak perlu dilakukan dengan membeli barang baru. Coba gunakan terlebih dahulu barang yang sudah tersedia di rumah. Botol minum, tas belanja, wadah makanan atau perlengkapan rumah tangga yang masih layak digunakan tidak harus diganti hanya karena ingin mengikuti tren zero waste.
Semakin lama suatu barang digunakan, semakin panjang pula masa pakainya. Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi kebutuhan untuk membeli barang pengganti.
Pengurangan sampah juga dapat dimulai dari barang yang digunakan sehari-hari. Membawa tas belanja sendiri atau menggunakan botol minum yang dapat dipakai berulang kali merupakan beberapa contoh sederhana.
Tidak perlu mengganti seluruh kebiasaan sekaligus. Pilih barang sekali pakai yang paling sering digunakan dan cari alternatif yang dapat digunakan kembali.
3. Perbaiki Barang Sebelum Membuangnya
Barang rusak tidak selalu berarti sudah tidak berguna. Jika kerusakannya masih dapat diperbaiki, pertimbangkan untuk memperpanjang masa pakainya. Pakaian yang robek, tas dengan bagian yang rusak atau perabot rumah tangga yang mengalami kerusakan ringan dapat diperbaiki sebelum membeli barang baru.
Kebiasaan repair juga membantu mengubah cara pandang terhadap barang. Sesuatu yang rusak tidak selalu harus langsung berakhir di tempat sampah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022