Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 September 2026 | 05.43 WIB

4 Alasan Bekerja dari Rumah Lebih Menegangkan Secara Mental dan Emosional daripada Pergi ke Kantor

Ilustrasi kerja dari rumah (magnific)

JawaPos.com - Bekerja dari rumah sering dianggap sebagai salah satu bentuk pekerjaan yang paling nyaman. 

Tidak perlu menghadapi kemacetan, tidak harus terburu-buru mengejar transportasi, bahkan seseorang bisa menyelesaikan pekerjaannya sambil berada di rumah sendiri.

Namun, kenyamanan tersebut ternyata tidak selalu berarti tekanan kerja menjadi lebih rendah. 

Bagi sebagian pekerja, bekerja dari rumah justru dapat menghadirkan persoalan mental dan emosional yang tidak selalu terlihat, mulai dari sulit membangun kedekatan dengan rekan kerja hingga kekhawatiran mengenai perkembangan karier.

Dirangkum dari laman YourTango, artikel ini akan membahas sejumlah faktor yang membuat pekerjaan jarak jauh tidak selalu terasa seringan yang dibayangkan. Ini 4 alasannya.

1. Lebih Sulit Membangun Kedekatan dengan Rekan Kerja

Salah satu alasan bekerja dari rumah dapat terasa lebih melelahkan secara mental adalah berkurangnya interaksi sosial dengan rekan kerja. Memang, pekerja remote tetap bisa mengikuti rapat virtual, membalas email, dan berkomunikasi melalui aplikasi pesan. Namun, sebagian besar komunikasi tersebut biasanya berfokus langsung pada pekerjaan.

Di kantor, hubungan profesional sering berkembang melalui interaksi kecil yang terjadi secara alami. Misalnya, mengobrol sebentar ketika mengambil kopi, bercanda sebelum rapat dimulai, bertanya mengenai keluarga rekan kerja, atau sekadar berbincang mengenai hal-hal di luar pekerjaan.

Interaksi sederhana semacam itu mungkin terlihat tidak penting, tetapi dapat membantu seseorang merasa menjadi bagian dari sebuah kelompok. Ketika bekerja dari rumah, kesempatan tersebut menjadi jauh lebih terbatas sehingga hubungan dengan rekan kerja dapat terasa lebih formal dan transaksional.

YourTango juga mengutip penelitian yang dipublikasikan di Nature Human Behaviour, yang menemukan bahwa ketika karyawan beralih ke pola kerja jarak jauh, mereka cenderung lebih sedikit berinteraksi dengan orang-orang dari departemen lain. Komunikasi juga lebih banyak berlangsung melalui email atau platform pesan dibandingkan percakapan langsung.

Dalam jangka panjang, kondisi ini pada sebagian orang dapat memunculkan rasa terisolasi. Bukan karena tidak memiliki rekan kerja, melainkan karena kurangnya hubungan sosial yang terasa dekat dan spontan.

2. Muncul Kekhawatiran Karier Akan Berjalan Lebih Lambat

Bekerja dari rumah juga dapat menimbulkan tekanan ketika seseorang mulai mempertanyakan masa depan kariernya. Pertanyaan seperti “Apakah atasan masih melihat kontribusi saya?”, “Apakah saya memiliki kesempatan mendapatkan promosi?” atau “Apakah rekan kerja di kantor lebih mudah mendapatkan perhatian manajemen?” dapat terus muncul di dalam pikiran.

Menurut sumber YourTango, pekerja remote dalam laporan yang dibahas memiliki kejelasan yang lebih rendah mengenai peluang perkembangan karier. Kondisi tersebut terutama dapat menjadi persoalan ketika dalam satu perusahaan terdapat karyawan yang bekerja dari kantor dan karyawan yang bekerja dari rumah.

Masalahnya bukan selalu karena pekerja remote memiliki performa lebih rendah. Sebaliknya, terkadang persoalan muncul karena kesempatan untuk membangun hubungan informal dengan atasan menjadi lebih sedikit.

Di kantor, seorang karyawan mungkin dapat berdiskusi secara spontan dengan manajer, mengikuti percakapan tertentu, atau sekadar terlihat aktif dalam lingkungan kerja. Sementara itu, pekerja remote lebih bergantung pada rapat terjadwal, pesan, email, dan sistem evaluasi formal.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore