Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2026 | 02.56 WIB

4 Perilaku yang Menunjukkan Seseorang Hidup dengan Bayang-bayang Trauma, Menurut Para Ahli

Ilustrasi perilaku seseorang mengalami trauma (magnific) - Image

Ilustrasi perilaku seseorang mengalami trauma (magnific)

 

JawaPos.com - Tidak semua orang yang membawa luka masa lalu akan terlihat sedang mengalami masalah. 

Sebagian justru tampak baik-baik saja, mampu bekerja, bersosialisasi, bahkan menjalani kehidupan seperti biasa. 

Namun, pengalaman yang belum sepenuhnya diproses dapat tetap memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan sesuatu, dan merespons situasi tertentu.

Bayang-bayang trauma terkadang muncul melalui perilaku yang tampak sederhana. 

Seseorang bisa menjadi sangat waspada, mudah tersinggung ketika menghadapi persoalan kecil, sulit merasa aman, atau bahkan mengalami ketegangan fisik yang berulang tanpa memahami hubungannya dengan pengalaman masa lalu.

Dirangkum dari laman YourTango, sejumlah ahli kesehatan mental menyampaikan tanda-tanda yang mungkin menunjukkan bahwa trauma masih memengaruhi kehidupan seseorang.

Perlu digarisbawahi, tanda-tanda berikut bukan diagnosis trauma atau PTSD. Satu perilaku saja tidak dapat membuktikan seseorang mengalami trauma.

Apalagi, kondisi setiap orang berbeda dan penilaian mengenai kesehatan mental sebaiknya dilakukan oleh profesional yang kompeten.

Namun, inilah empat perilaku dominan yang dapat menunjukkan seseorang masih hidup dengan bayang-bayang trauma, mulai dari mudah terpicu hingga selalu merasa harus melindungi diri.

1. Reaksi terhadap Situasi Kecil Terasa Jauh Lebih Besar

Salah satu perilaku yang mungkin menunjukkan seseorang masih membawa dampak pengalaman traumatis adalah munculnya reaksi emosional yang terasa tidak sebanding dengan situasi yang sedang terjadi.

Misalnya, seseorang mendapatkan kritik sederhana dari rekan kerja, tetapi reaksinya sangat kuat. 

Ia bisa langsung merasa terancam, marah, panik, ingin menangis, atau memilih menarik diri. 

Bagi orang lain, kejadian tersebut mungkin hanya sebuah percakapan biasa, tetapi bagi dirinya situasi itu terasa jauh lebih serius.

Dalam artikel YourTango, psikolog klinis Dr. Susan Pazak menjelaskan bahwa trauma yang belum terselesaikan dapat berkaitan dengan toleransi frustrasi yang rendah, ketidakpuasan berulang, serta kecenderungan mengalami reaksi yang sangat besar terhadap pemicu yang tampaknya kecil.

Hal tersebut dapat terjadi ketika situasi masa kini secara tidak sadar mengingatkan seseorang pada pengalaman yang pernah membuatnya merasa tidak aman. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore