
Ilustrasi memakai masker/Magnific
JawaPos.com-Erupsi gunung berapi terjadi saat material vulkanik seperti abu, gas, magma, keluar dari gunung.
Material tersebut dapat menyebar secara luas ke berbagai wilayah, termasuk juga membawa partikel-partikel halus yang terbawa melalui udara.
Menurut informasi dari laman kemkes pada (06/09) abu dan gas dari erupsi gunung api perlu diwaspadai karena dapat membahayakan sistem pernapasan.
Selain itu, partikel padat dalam abu vulkanik juga berisiko menyebabkan iritasi mata.
Kandungan logam silica yang berbentuk runcing dapat menggores dan mengiritasi permukaan mata. Oleh karena itu, penggunaan kacamata pelindung diperlukan untuk mengurangi risiko mata yang terkena paparan logam silica.
Sementara itu, penggunaan masker juga sangat penting saat terjadi hujan abu vulkanik. Material gas yang dilepaskan saat erupsi dapat mengganggu sistem pernapasan.
Terutama jika terhirup dalam konsentrasi tinggi. Kandungan gas H2S, SO2, serta CO dalam erupsi gunung berapi dapat menyebabkan penurunan oksigen di dalam saluran pernapasan jika terhirup dalam konsentrasi tinggi. Gas ini bersifat beracun dan perlu diwaspadai karena berpotensi membahayakan kondisi kesehatan.
Untuk mengurangi risiko paparan material vulkanik tersebut, masyarakat perlu melakukan sejumlah langkah perlindungan. Dikutip dari idai.or.id pada berikut langkah-langkah yang perlu anda persiapkan untuk menghadapi erupsi gunung berapi.
Masker untuk mencegah ISPA
Paparan abu vulkanik dalam jumlah banyak dan terus menerus, dapat mengganggu i saluran pernapasan serta meningkatkan risiko ISPA. partikel debu dan pasir yang terhirup ke dalam saluran pernapasan dapat menimbulkan beberapa gejala yang mengganggu mulai dari bersin, pilek, sakit tenggorokan, batuk berdahak, batuk kering, sesak nafas, dan juga sakit kepala. Oleh karena itu, anda perlu memakai masker yang gunakan masker N95 atau KN95 yang mampu menyaring partikel halus abu vulkanik.
Kacamata pelindung agar tidak terkena Iritasi Mata
Selain masker peralatan yang tidak kalah penting adalah kacamata. Paparan hujan abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi mata. Hal ini terjadi karena logam silika yang berbentuk butiran tajam yang dapat menggores permukaan mata. Jika anda mengalami gejala berupa mata merah, gatal, dan berair, maka anda perlu menggunakan kacamata pelindung, hindari mengucek mata, serta bila perlu menggunakan tetes mata untuk meredakan gejala iritasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
