Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Agustus 2026 | 00.06 WIB

Pasangan yang Belum Dewasa Secara Mental dan Emosional Biasanya Melakukan 5 Hal Ini

Ilustrasi pasangan (magnific) - Image

Ilustrasi pasangan (magnific)

 

JawaPos.com - Kenali lima tanda pasangan yang belum dewasa secara mental dan emosional dalam hubungan. Mulai dari sulit mengelola emosi hingga menghindari tanggung jawab.

Kedewasaan dalam hubungan tidak hanya ditentukan oleh usia. Seseorang bisa saja sudah cukup dewasa secara umur, tetapi masih kesulitan mengelola emosi, menghadapi konflik, menerima kritik, atau bertanggung jawab atas perilakunya.

Dalam sebuah hubungan romantis, kedewasaan mental dan emosional menjadi salah satu fondasi penting. 

Ketika salah satu pasangan belum mampu mengelola dirinya dengan baik, persoalan kecil dapat berkembang menjadi konflik besar karena komunikasi tidak berjalan secara sehat.

Dirangkum dari laman YourTango, inilah tanda pasangan yang belum dewasa secara mental dan emosional dalam hubungan. 

Namun lima perilaku berikut bukan diagnosis psikologis. Setiap hubungan memiliki dinamika berbeda sehingga tanda-tanda tersebut sebaiknya dilihat sebagai pola yang terjadi berulang, bukan berdasarkan satu kejadian saja.

1. Sulit Mengakui Kesalahan

Salah satu tanda yang cukup mudah terlihat adalah kesulitan mengatakan “saya salah”. 

Pasangan yang belum matang secara emosional mungkin lebih sering mencari alasan, mengalihkan pembicaraan, atau menyalahkan keadaan ketika terjadi masalah.

Dalam hubungan yang sehat, kesalahan merupakan sesuatu yang dapat dibicarakan tanpa harus berubah menjadi pertarungan untuk menentukan siapa yang paling bersalah. 

Kedua pihak seharusnya mampu mengevaluasi tindakan masing-masing dan mencari solusi.

Mengakui kesalahan juga tidak berarti seseorang kehilangan harga diri. Justru, kemampuan bertanggung jawab menunjukkan bahwa seseorang memiliki kesadaran terhadap dampak perilakunya kepada pasangan.

Jika pasangan mampu meminta maaf dengan tulus sekaligus berusaha memperbaiki perilaku, konflik dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan.

2. Menghindari Percakapan yang Tidak Nyaman

Setiap hubungan pasti memiliki pembicaraan yang sulit. Masalah keuangan, batas pribadi, masa depan hubungan, kecemburuan, maupun perbedaan kebutuhan membutuhkan komunikasi terbuka.

Namun, pasangan yang belum matang secara emosional mungkin memilih menghindari pembicaraan sulit. 

Mereka bisa tiba-tiba diam, mengganti topik, pergi ketika konflik muncul, atau berpura-pura bahwa masalah tidak pernah terjadi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore