Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Agustus 2026 | 00.54 WIB

8 Alasan Mengapa Memiliki Harapan Itu Penting di Saat-Saat Sulit Seperti Sekarang Menurut Psikologi

seseorang yang memiliki harapan saat saat sulit. (Magnific)

 

 
JawaPos.com - Dalam kehidupan, setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit. Kehilangan pekerjaan, kegagalan dalam usaha, putus hubungan, tekanan ekonomi, masalah kesehatan, hingga kehilangan orang yang dicintai adalah bagian dari pengalaman manusia. Pada situasi seperti ini, banyak orang merasa seolah tidak ada jalan keluar.


Namun, ada satu hal yang sering kali menjadi pembeda antara seseorang yang mampu bangkit dan seseorang yang terus terpuruk, yaitu harapan.

Dalam psikologi, harapan bukan sekadar angan-angan atau berpikir positif tanpa tindakan. Harapan merupakan kondisi mental yang membuat seseorang percaya bahwa masa depan masih bisa menjadi lebih baik dan bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk mencapai perubahan tersebut.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki harapan cenderung lebih tangguh menghadapi stres, lebih sehat secara mental, bahkan memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan mereka yang kehilangan harapan.

Lalu, mengapa harapan begitu penting ketika hidup terasa berat?

Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (4/8), terdapat delapan alasannya menurut sudut pandang psikologi.

1. Harapan Membantu Otak Melihat Solusi, Bukan Hanya Masalah

Ketika seseorang menghadapi tekanan yang berat, otak cenderung fokus pada ancaman. Hal ini merupakan respons alami untuk bertahan hidup. Sayangnya, jika kondisi ini berlangsung terlalu lama, seseorang akan merasa seolah semua jalan telah tertutup.

Harapan membantu mengubah cara berpikir tersebut. Dalam psikologi kognitif, harapan membuat seseorang lebih mudah mencari alternatif, mempertimbangkan pilihan lain, dan percaya bahwa masih ada kemungkinan untuk memperbaiki keadaan.

Misalnya, seseorang yang kehilangan pekerjaan. Tanpa harapan, ia mungkin berpikir hidupnya telah berakhir. Sebaliknya, orang yang memiliki harapan akan mulai mencari peluang baru, meningkatkan keterampilan, atau mencoba bidang pekerjaan yang sebelumnya belum pernah dipertimbangkan.

Dengan kata lain, harapan membuat pikiran lebih terbuka terhadap solusi.

2. Harapan Meningkatkan Ketahanan Mental (Resilience)

Ketahanan mental atau resilience adalah kemampuan seseorang untuk bangkit setelah mengalami kesulitan.

Psikolog menemukan bahwa harapan merupakan salah satu faktor utama yang membentuk ketahanan mental. Orang yang memiliki harapan tidak berarti tidak pernah merasa sedih atau kecewa. Mereka tetap merasakan emosi negatif, tetapi tidak membiarkan emosi tersebut menguasai seluruh hidupnya.

Harapan membantu seseorang berkata kepada dirinya sendiri:

"Situasi ini memang sulit, tetapi bukan berarti akan seperti ini selamanya."

Keyakinan sederhana tersebut sering kali menjadi kekuatan untuk terus melangkah sedikit demi sedikit.

3. Harapan Mengurangi Risiko Stres Berlebihan

Saat seseorang merasa tidak memiliki masa depan, tubuh akan terus berada dalam kondisi stres.

Stres berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti:

sulit tidur,
mudah marah,
kelelahan,
sulit berkonsentrasi,
hingga menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Harapan tidak langsung menghilangkan masalah, tetapi dapat mengurangi intensitas stres karena seseorang merasa masih memiliki peluang untuk memperbaiki keadaan.

Dalam psikologi kesehatan, persepsi bahwa seseorang masih memiliki kendali terhadap masa depannya merupakan salah satu faktor yang membantu mengurangi tekanan psikologis.

4. Harapan Meningkatkan Motivasi untuk Bertindak

Harapan bukan hanya soal berpikir positif, tetapi juga mendorong tindakan.

Menurut teori harapan (Hope Theory) yang dikembangkan oleh psikolog Charles R. Snyder, harapan terdiri dari dua komponen utama:

kemampuan menemukan jalan menuju tujuan (pathways thinking), dan
keyakinan bahwa diri mampu menjalani jalan tersebut (agency thinking).

Artinya, seseorang yang memiliki harapan tidak hanya berkata, "Saya ingin berhasil."

Ia juga berpikir:

Apa yang harus saya lakukan?
Langkah pertama apa yang bisa saya ambil?
Bagaimana jika rencana pertama gagal?

Inilah yang membuat harapan menjadi sumber motivasi yang nyata.

5. Harapan Membantu Menjaga Kesehatan Mental

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tingkat harapan yang tinggi berkaitan dengan tingkat depresi dan kecemasan yang lebih rendah.

Hal ini bukan berarti orang yang memiliki harapan tidak pernah mengalami depresi. Namun, harapan dapat menjadi faktor pelindung yang membantu seseorang lebih cepat pulih ketika menghadapi tekanan emosional.

Ketika seseorang percaya bahwa masa depan masih memiliki kemungkinan baik, ia cenderung tidak tenggelam terlalu lama dalam pikiran negatif.

Sebaliknya, kehilangan harapan sering kali membuat seseorang merasa bahwa semua usaha akan sia-sia.

6. Harapan Membuat Seseorang Lebih Mudah Beradaptasi dengan Perubahan

Hidup penuh dengan perubahan yang tidak bisa dikendalikan.

Kadang kita kehilangan pekerjaan.

Kadang hubungan berakhir.

Kadang rencana yang sudah disusun bertahun-tahun harus berubah dalam sekejap.

Orang yang memiliki harapan cenderung lebih fleksibel menghadapi perubahan tersebut.

Alih-alih terus meratapi keadaan, mereka mulai bertanya:

"Apa yang masih bisa saya lakukan mulai hari ini?"

Pertanyaan sederhana ini membuat seseorang lebih cepat beradaptasi dibandingkan terus memikirkan hal-hal yang sudah tidak dapat diubah.

7. Harapan Memperkuat Hubungan Sosial

Saat menghadapi masa sulit, dukungan dari orang lain sangat penting.

Menariknya, orang yang masih memiliki harapan biasanya lebih terbuka untuk menerima bantuan.

Sebaliknya, seseorang yang benar-benar kehilangan harapan sering kali menarik diri dari lingkungan, merasa dirinya menjadi beban, atau menganggap tidak ada yang bisa menolongnya.

Harapan membuat seseorang tetap percaya bahwa bantuan dari keluarga, teman, pasangan, atau profesional dapat memberikan perubahan.

Hubungan sosial yang sehat pada akhirnya juga menjadi sumber harapan baru.

8. Harapan Memberikan Makna dalam Kehidupan

Psikologi positif menjelaskan bahwa manusia membutuhkan makna agar mampu bertahan dalam situasi sulit.

Harapan membantu seseorang melihat bahwa penderitaan yang dialaminya saat ini bukanlah akhir dari segalanya.

Ia mulai percaya bahwa pengalaman pahit dapat menjadi pelajaran, membentuk karakter, atau membuka kesempatan baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Memiliki harapan bukan berarti mengabaikan kenyataan.

Sebaliknya, harapan membuat seseorang menerima kenyataan sambil tetap percaya bahwa masa depan masih dapat diperjuangkan.

Inilah yang memberi kekuatan untuk terus melangkah meskipun perlahan.

Bagaimana Cara Menumbuhkan Harapan?

Jika saat ini Anda sedang mengalami masa sulit, berikut beberapa cara sederhana yang disarankan dalam psikologi untuk menumbuhkan kembali harapan:

Tetapkan tujuan kecil yang realistis agar setiap langkah terasa lebih mudah dicapai.
Fokus pada hal-hal yang masih dapat Anda kendalikan, bukan pada keadaan yang berada di luar kendali.
Ingat kembali tantangan yang pernah berhasil Anda lewati di masa lalu sebagai bukti bahwa Anda mampu bertahan.
Bangun hubungan dengan orang-orang yang memberikan dukungan dan energi positif.
Kurangi paparan informasi yang membuat Anda semakin pesimis, terutama jika tidak memberikan manfaat nyata.
Jika beban emosional terasa terlalu berat, jangan ragu mencari bantuan dari psikolog atau konselor profesional.

Harapan dapat tumbuh sedikit demi sedikit melalui tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Penutup

Masa-masa sulit memang tidak bisa dihindari. Namun, cara kita memandang masa depan dapat menentukan bagaimana kita melewati tantangan tersebut. Menurut psikologi, harapan bukan sekadar optimisme kosong, melainkan kekuatan mental yang membantu seseorang menemukan jalan keluar, menjaga kesehatan mental, meningkatkan motivasi, serta membangun ketahanan dalam menghadapi berbagai kesulitan.

Memiliki harapan bukan berarti hidup akan selalu berjalan mulus. Akan ada hari-hari yang terasa berat, penuh keraguan, dan melelahkan. Namun, selama harapan masih ada, selalu ada alasan untuk mengambil satu langkah kecil ke depan. Dan sering kali, langkah kecil itulah yang pada akhirnya membawa seseorang menuju perubahan besar dalam hidupnya.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore