Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Juli 2026 | 02.53 WIB

Orang Berpenghasilan Tinggi tetapi Tetap Hidup Hemat, Ternyata Sering Memiliki 6 Pengalaman Masa Kecil Ini

Ilustrasi orang yang rajin menabung. (Magnific) - Image

Ilustrasi orang yang rajin menabung. (Magnific)

JawaPos.com - Tidak semua orang dengan penghasilan besar memilih gaya hidup yang serba mewah. Sebagian justru cenderung berhati-hati dalam membelanjakan uang dan lebih mengutamakan kestabilan finansial dibanding memenuhi keinginan sesaat.

Pola tersebut kerap dipengaruhi oleh pengalaman yang dialami sejak masa kanak-kanak, terutama jika mereka tumbuh dalam lingkungan yang pernah menghadapi keterbatasan atau ketidakpastian ekonomi. Pengalaman itu dapat membentuk kebiasaan mengelola uang secara disiplin hingga terbawa ke usia dewasa.

Lantas, apa saja pengalaman yang berpotensi membentuk kebiasaan tersebut? Berikut enam faktor yang disebut berkaitan dengan kecenderungan orang berpenghasilan tinggi untuk tetap hidup hemat.

1. Menyaksikan ketidakstabilan keuangan

Kondisi keuangan yang tidak stabil dapat menanamkan benih ketakutan sejak dini.

Menurut penelitian dari APA tentang stres, anak-anak yang melihat orang tuanya berjuang dengan tagihan atau menghadapi ketidakpastian pekerjaan sering kali memendam kecemasan itu.

Hal ini menjadi hal yang lumrah bagi mereka, pendapatan tambahan disimpan untuk berjaga-jaga jika bencana terjadi lagi.

Tidak masalah jika orang tersebut akhirnya mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi. Kenangan lama tentang ketidakberdayaan masih bisa berbisik, "Kita tidak pernah tahu apa yang mungkin terjadi."

Sering kali, mereka akan menyalurkan uang mereka ke rekening tabungan atau pensiun karena rasa aman terasa lebih penting daripada kesenangan sesaat.

2. Merasa tertekan untuk mencapai lebih banyak hal

Bila seorang anak terus-menerus diajarkan, "Kamu harus jadi lebih baik," mereka mungkin belajar untuk bersikap keras pada diri sendiri, bahkan dalam hal keuangan.

Tumbuh dalam rumah tangga yang menekankan kesuksesan dapat mengondisikan seseorang untuk memperlakukan uang seperti kartu skor.

Mereka menabung seolah-olah mereka menunggu untuk membuktikan sesuatu, atau mereka mengejar pencapaian berikutnya.

Dalam artikel Harvard Business Review tentang orang-orang berprestasi tinggi, mereka menemukan bahwa banyak individu yang unggul secara akademis atau profesional sering kali memiliki ketakutan mendasar akan kehilangan segalanya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore