Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Juli 2026 | 22.50 WIB

Rahasia Parenting yang Sering Terlupakan, Dr. Aisah Dahlan Soroti Pentingnya Hubungan Suami-Istri

Ilustrasi gambar dari pinterest @vania

 

 
JawaPos.com - Orang tua sering menganggap lingkungan sebagai penyebab utama munculnya berbagai masalah pada anak.
 
Namun, dalam diskusi bersama Dr. Irfan Aulia, Dr. Aisah Dahlan menjelaskan bahwa lingkungan sering kali hanya menjadi pemicu.
 
Fondasi utama yang menentukan karakter dan ketahanan anak justru dibangun di dalam rumah melalui pola pengasuhan yang dipengaruhi oleh kualitas hubungan suami dan istri.
 
Menurut Dr. Aisah, anak yang tumbuh dalam keluarga dengan komunikasi yang hangat dan penuh kasih akan memiliki benteng yang lebih kuat saat menghadapi tekanan dari lingkungan.
 
Sebaliknya, jika hubungan orang tua dipenuhi konflik, anak lebih rentan terpengaruh oleh hal-hal negatif di luar rumah. Karena itu, membangun keluarga yang harmonis merupakan investasi terbaik bagi masa depan anak.
 
Salah satu penyebab konflik rumah tangga adalah kurangnya pemahaman mengenai perbedaan fitrah antara pria dan wanita.
 
Dr. Aisah menjelaskan bahwa pria cenderung memiliki ekspresi wajah yang datar, terutama setelah pulang bekerja atau ketika sedang lelah. 
 
Kondisi tersebut sering disalahartikan sebagai sikap dingin atau tidak peduli, padahal otak pria memang membutuhkan waktu sejenak untuk beradaptasi sebelum kembali berinteraksi.
 
Perbedaan juga terlihat saat menghadapi masalah. Pria umumnya memilih diam untuk menyusun solusi, sedangkan wanita lebih nyaman menenangkan diri dengan bercerita.
 
Ketika istri sedang curhat, suami sering kali langsung menawarkan jalan keluar, padahal yang dibutuhkan istri hanyalah didengarkan dengan penuh perhatian. Perbedaan cara berpikir inilah yang kerap memicu kesalahpahaman dalam rumah tangga.
 
Untuk mengurangi konflik, Dr. Aisah membagikan tips sederhana yang bisa langsung diterapkan. Salah satunya, istri dapat mengawali cerita dengan mengatakan, "Aku hanya ingin curhat, tidak butuh solusi."
 
Kalimat sederhana tersebut membantu suami memahami bahwa perannya saat itu adalah menjadi pendengar, bukan pemberi solusi.
 
Di sisi lain, pria juga akan merasa lebih tenang jika istri terbiasa memberi kabar atau izin saat berpindah tempat maupun memiliki agenda tertentu.
 
Hal ini bukan berarti bentuk pengawasan, melainkan cara membangun rasa aman, saling menghargai, dan memperkuat kepercayaan dalam hubungan.
 
Dr. Aisah juga mengingatkan bahwa pria umumnya merasa dihargai ketika dipercaya sebagai pelindung dan sosok yang dibutuhkan keluarga.
 
Sementara itu, wanita akan merasa dicintai ketika didengarkan, dipahami, dan diberikan empati. Memahami kebutuhan emosional masing-masing menjadi kunci terciptanya hubungan yang lebih harmonis.
 
Pada akhirnya, kualitas komunikasi antara suami dan istri akan menentukan suasana di dalam rumah.
 
Ketika hubungan orang tua terjalin dengan baik, proses pengasuhan pun menjadi lebih efektif.
 
Anak akan tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, merasa aman secara emosional, dan memiliki bekal yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
 
***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore