
Ilustrasi Americano/freepik
JawaPos.com - Aktivitas mengantre di kedai kopi atau restoran sering kali menguji kesabaran, tetapi bagi seorang CEO, momen ini bisa menjadi alat ukur status finansial seseorang. Codie Sanchez, CEO Contrarian Thinking, memicu perdebatan sengit setelah mengklaim bahwa lambatnya seseorang dalam mengambil keputusan saat memesan makanan mencerminkan ketidakmampuannya dalam meraih kesuksesan profesional.
"Tunjukkan berapa lama waktu yang Anda perlukan untuk memesan di konter, dan saya akan menunjukkan rekening bank Anda," ujar Sanchez dikutip dari Your Tango, Senin (29/6). Mantan jurnalis yang kini menjadi jutawan sektor keuangan tersebut menilai bahwa kecepatan mengeksekusi pilihan-pilihan kecil, seperti menu kopi, berbanding lurus dengan efisiensi kerja seseorang di dunia bisnis.
Teori kontroversial ini muncul dari pengalaman pribadi Sanchez saat mengantre di belakang seorang wanita yang membutuhkan waktu sangat lama hanya untuk memilih kopi. Bagi Sanchez, membuang-buang waktu di depan kasir sementara orang lain menunggu di belakang adalah tindakan yang egois dan kurang kesadaran diri.
"Jika kita tahu kita berada di sini untuk waktu yang terbatas, mengapa menghabiskan begitu banyak waktu untuk itu dibandingkan dengan berjalan-jalan atau menikmati matahari terbenam?," kritik Sanchez. Ia menambahkan bahwa orang yang lambat memesan sebenarnya merasa nyaman merepotkan orang di sekitarnya, sebuah sifat yang menurutnya mengarah pada narsisme.
Sebagai pemimpin perusahaan yang berfokus pada investasi dan pendapatan pasif, Sanchez memegang prinsip efisiensi secara total. "Mereka tidak terlalu efisien dalam hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Jika Anda ingin sesuatu selesai, berikan saja kepada orang yang sibuk," tegasnya.
Kendati pengambilan keputusan yang cepat sangat diagungkan dalam lingkaran bisnis tertentu, sains tidak sepenuhnya sependapat. Laporan ilmiah dari Harvard Business Review justru menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak bekerja dengan cara yang impulsif seperti itu.
Berdasarkan penelitian mereka, pemimpin yang menganggap pengambilan keputusan sebagai peristiwa instan yang harus selesai sekali waktu justru cenderung tidak efektif. Mengambil keputusan dengan tergesa-gesa pada hal kecil tidak menjamin kecerdasan bisnis seseorang, karena adakalanya meluangkan waktu untuk mempertimbangkan berbagai sudut pandang jauh lebih menguntungkan.
Ketika cuplikan wawancara Sanchez diunggah ke platform TikTok, gelombang kritik dari netizen langsung membanjiri kolom komentar. Sebagian besar pengguna internet sepakat dengan pandangan ilmiah Harvard Business Review dan menganggap sang CEO hanya tidak sabaran.
"Katakan saja bahwa Anda tidak sabaran," tulis salah satu netizen di kolom komentar. Sementara pengguna lain menyindir gaya bicara Sanchez dengan berkomentar bahwa sang CEO sendiri "membutuhkan waktu yang terlalu lama hanya untuk langsung ke inti masalah."

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
