Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 19.21 WIB

Orang yang Bisa Tertidur di Mana Saja, Kapan Saja, Telah Menguasai 9 Keterampilan Hidup Ini Menurut Psikologi

seseorang yang bisa tertidur di mana saja(Magnific/jcomp) - Image

seseorang yang bisa tertidur di mana saja(Magnific/jcomp)



JawaPos.com - Bagi sebagian orang, tidur adalah sesuatu yang sulit: perlu suasana tenang, kamar gelap, kasur empuk, dan pikiran yang benar-benar kosong.

Namun ada juga tipe orang yang tampaknya “bisa mati lampu kapan saja”—di kursi, di kendaraan, di tengah kebisingan, bahkan saat situasi belum ideal sekalipun.

Menariknya, menurut berbagai kajian psikologi tentang stres, regulasi emosi, dan kualitas tidur, kemampuan untuk tertidur dengan mudah bukan sekadar soal “ngantuk berat”. Dalam banyak kasus, ini berkaitan dengan keterampilan hidup tertentu yang sudah matang.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 keterampilan hidup yang umumnya dimiliki oleh orang yang bisa tertidur di mana saja dan kapan saja.


1. Regulasi Stres yang Efektif

Orang yang mudah tidur biasanya memiliki sistem stres yang lebih stabil. Artinya, tubuh mereka tidak terus-menerus berada dalam mode “siaga”.

Secara psikologis, ini berkaitan dengan rendahnya aktivitas berlebihan pada sistem fight-or-flight. Mereka lebih cepat kembali ke keadaan tenang setelah menghadapi tekanan, sehingga otak tidak “sibuk” saat waktu istirahat tiba.

2. Kemampuan “Letting Go” (Melepaskan Pikiran)

Banyak orang gagal tidur bukan karena tidak lelah, tetapi karena tidak bisa berhenti memikirkan sesuatu.

Orang yang mudah tidur cenderung terampil dalam melepaskan pikiran yang tidak perlu diproses saat itu juga. Mereka tidak terjebak dalam overthinking berkepanjangan sebelum tidur.

Ini bukan berarti mereka tidak punya masalah, tetapi mereka tahu kapan harus berhenti memprosesnya.

3. Rutinitas Tidur yang Konsisten

Psikologi tidur menunjukkan bahwa ritme sirkadian sangat dipengaruhi oleh kebiasaan.

Orang yang bisa tidur di mana saja biasanya sudah melatih tubuhnya untuk mengenali “sinyal tidur” secara alami. Misalnya:

tidur di jam yang relatif sama
tidak sering begadang tanpa pola
memberi tubuh kesempatan istirahat cukup

Tubuh mereka menjadi lebih responsif terhadap rasa kantuk.

4. Adaptasi Lingkungan yang Tinggi

Kemampuan untuk tidur di tempat yang tidak ideal (kursi, kendaraan, ruang publik) menunjukkan tingkat adaptasi sensorik yang baik.

Mereka tidak terlalu sensitif terhadap:

suara sekitar
cahaya
posisi tubuh

Otak mereka lebih fleksibel dalam “menurunkan prioritas” rangsangan eksternal yang tidak penting.

5. Keseimbangan Sistem Saraf

Dalam psikologi dan neurobiologi, tidur berkaitan dengan keseimbangan antara sistem saraf simpatik (aktif) dan parasimpatik (relaks).

Orang yang mudah tidur cenderung lebih cepat beralih ke kondisi parasimpatik, yaitu kondisi di mana tubuh mulai memperbaiki diri, menurunkan detak jantung, dan bersiap untuk tidur.

6. Tidak Overthinking tentang Kontrol

Banyak orang kesulitan tidur karena terlalu ingin “mengontrol proses tidur”.

Sebaliknya, orang yang mudah tertidur biasanya tidak terlalu mempermasalahkan:

“Harus tidur sekarang”
“Kalau tidak tidur, besok bagaimana?”

Ironisnya, semakin seseorang tidak memaksa tidur, semakin cepat tubuhnya masuk ke kondisi tidur alami.

7. Efisiensi Energi Mental

Orang dengan kemampuan tidur fleksibel biasanya lebih hemat dalam penggunaan energi mental.

Mereka tidak membawa beban kognitif berlebihan dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Setelah selesai bekerja atau beraktivitas, otak mereka lebih cepat “shutdown mode”.

Ini sangat berkaitan dengan kemampuan fokus di siang hari dan benar-benar berhenti memikirkan pekerjaan saat waktunya istirahat.

8. Kesadaran Tubuh yang Baik (Body Awareness)

Mereka lebih peka terhadap sinyal tubuh seperti:

rasa lelah
berat di kelopak mata
penurunan fokus

Alih-alih melawan rasa kantuk, mereka meresponsnya dengan tidur. Ini adalah bentuk kecerdasan tubuh (interoception) yang cukup baik.

9. Kemampuan Adaptasi Emosional

Stabilitas emosi sangat berpengaruh pada kualitas tidur.

Orang yang bisa tidur di mana saja biasanya tidak membawa emosi negatif berlebihan ke waktu istirahat. Mereka lebih cepat memproses emosi, atau tidak membiarkannya menumpuk menjadi beban sebelum tidur.

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan emotional resilience yang baik.

Penutup

Kemampuan tertidur di mana saja dan kapan saja memang sering dianggap hal sepele atau sekadar “ngantuk berat”. Namun jika dilihat dari sudut pandang psikologi, ini bisa menjadi indikator bahwa seseorang memiliki regulasi stres yang baik, fleksibilitas mental, dan keseimbangan emosi yang cukup sehat.

Tentu saja, tidak semua orang yang sulit tidur berarti kurang sehat secara mental. Banyak faktor lain seperti lingkungan, pola hidup, hingga kondisi medis yang juga berpengaruh.

Namun satu hal yang jelas: tidur yang baik bukan hanya soal kapan kita memejamkan mata, tetapi bagaimana kita mengelola pikiran dan tubuh sepanjang hari.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore