Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 19.01 WIB

Jika Anda Ingin Berdamai dengan Diri Sendiri Seiring Bertambahnya Usia, Ucapkan Selamat Tinggal pada 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang lebih berdamai dengan dirinya sendiri (Magnific/user3980505) - Image

seseorang yang lebih berdamai dengan dirinya sendiri (Magnific/user3980505)

JawaPos.com - Ada satu hal yang sering disadari banyak orang ketika usia bertambah: hidup ternyata tidak sesederhana mengejar pencapaian. Setelah melewati berbagai fase—gagal, berhasil, kehilangan, mencintai, kecewa—kita mulai memahami bahwa kedamaian batin jauh lebih berharga daripada sekadar validasi dari luar.

Namun, berdamai dengan diri sendiri bukan sesuatu yang terjadi otomatis hanya karena usia bertambah. Banyak orang tetap merasa gelisah, mudah marah, iri, atau terus menyalahkan diri sendiri meski sudah memasuki usia matang. Alasannya sederhana: mereka masih mempertahankan pola perilaku lama yang diam-diam menguras ketenangan mental.

Psikologi modern menunjukkan bahwa kualitas hidup emosional seseorang sangat dipengaruhi oleh kebiasaan berpikir dan pola perilaku sehari-hari. Semakin kita mampu melepaskan kebiasaan yang merusak kesehatan mental, semakin besar peluang untuk menjalani hidup dengan lebih ringan dan damai.

Dilansir dari Expert Editor, jika Anda ingin menikmati hidup dengan hati yang lebih tenang seiring bertambahnya usia, mungkin sudah waktunya mengucapkan selamat tinggal pada delapan perilaku berikut ini.

1. Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa mengkritik diri sendiri akan membuat mereka menjadi lebih baik. Padahal dalam banyak kasus, kritik internal yang berlebihan justru melahirkan rasa tidak pernah cukup.

Anda mungkin sering berkata pada diri sendiri:

“Aku seharusnya bisa lebih sukses.”
“Kenapa aku selalu gagal?”
“Orang lain lebih hebat dariku.”

Sekilas terdengar seperti motivasi, tetapi sebenarnya ini adalah bentuk self-criticism yang melelahkan secara emosional.

Psikologi menjelaskan bahwa orang yang terus menghukum dirinya sendiri cenderung mengalami kecemasan lebih tinggi dan kepuasan hidup yang lebih rendah. Sebaliknya, self-compassion atau kemampuan memperlakukan diri dengan lebih lembut terbukti membantu seseorang lebih resilien menghadapi tekanan hidup.

Berdamai dengan diri sendiri dimulai ketika Anda berhenti menjadikan diri sendiri sebagai musuh utama.

Bukan berarti berhenti berkembang, melainkan memahami bahwa manusia memang tidak sempurna.

2. Membandingkan Hidup dengan Orang Lain

Di era media sosial, kebiasaan membandingkan diri menjadi semakin sulit dihindari. Kita melihat orang lain menikah, membeli rumah, traveling, punya karier cemerlang, atau terlihat sangat bahagia. Tanpa sadar kita mulai merasa tertinggal.

Padahal yang kita lihat hanyalah potongan kecil dari kehidupan mereka.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore