Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 18.47 WIB

Orang yang Berpura-pura Sukses tetapi Sebenarnya Bangkrut Sering Menunjukkan 10 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang berpura-pura sukses (Magnific/freepic.diller) - Image

seseorang yang berpura-pura sukses (Magnific/freepic.diller)

JawaPos.com - Di era media sosial dan budaya pencitraan, kesuksesan sering kali terlihat seperti sesuatu yang wajib dipamerkan. Mobil mewah, liburan mahal, pakaian bermerek, makan di restoran eksklusif, hingga unggahan yang tampak “sempurna” sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang telah berhasil dalam hidupnya.

Namun kenyataannya tidak selalu demikian. Psikologi sosial menunjukkan bahwa sebagian orang justru berusaha terlihat sukses ketika kondisi finansial mereka sebenarnya sedang rapuh. Mereka mungkin terlilit utang, hidup dari gaji ke gaji, atau bahkan berada di ambang kebangkrutan. Tetapi demi menjaga citra, mereka terus mempertahankan tampilan luar yang mengesankan.

Fenomena ini bukan sekadar soal gaya hidup. Ada dorongan psikologis yang kuat di balik kebutuhan untuk terlihat berhasil di mata orang lain. Mulai dari rasa takut dianggap gagal, kebutuhan akan validasi sosial, hingga tekanan budaya yang mengaitkan nilai diri dengan kekayaan.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 10 perilaku yang sering ditunjukkan oleh orang yang berpura-pura sukses padahal sebenarnya sedang mengalami masalah keuangan, menurut sudut pandang psikologi.

1. Terlalu Sering Memamerkan Barang Mewah

Salah satu tanda paling umum adalah kebiasaan memamerkan simbol status secara berlebihan. Mereka sering menunjukkan jam mahal, mobil baru, tas bermerek, gadget terbaru, atau tempat nongkrong premium.

Psikologi menyebut perilaku ini sebagai compensatory consumption, yaitu membeli atau menampilkan barang tertentu untuk menutupi rasa tidak aman dalam diri.

Orang yang benar-benar stabil secara finansial biasanya tidak merasa perlu membuktikan status mereka setiap saat. Sebaliknya, individu yang sedang mengalami tekanan finansial justru lebih terdorong untuk mempertahankan ilusi bahwa hidup mereka baik-baik saja.

Mereka ingin mendapatkan pengakuan sosial agar merasa lebih bernilai.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore