Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Mei 2026 | 21.25 WIB

Jika 9 Perilaku Ini Membuat Anda Kesal, Otak Anda Mungkin Lebih Berkembang daripada yang Anda Sadari Menurut Psikologi

seseorang yang kesal dengan percakapan dangkal / foto: Magnific/jcomp - Image

seseorang yang kesal dengan percakapan dangkal / foto: Magnific/jcomp

JawaPos.com - Ada anggapan umum bahwa orang yang mudah terganggu atau cepat merasa kesal adalah pribadi yang terlalu sensitif. Namun dalam psikologi, reaksi emosional tidak selalu sesederhana itu. Terkadang, rasa kesal justru menunjukkan bahwa seseorang memiliki tingkat kesadaran, pemrosesan informasi, dan sensitivitas kognitif yang lebih tinggi dibanding rata-rata.

Orang dengan kemampuan berpikir yang lebih berkembang cenderung lebih peka terhadap inkonsistensi, ketidakjujuran, manipulasi sosial, hingga perilaku yang dianggap tidak efisien atau tidak logis. Mereka bukan sekadar “rewel”, melainkan memiliki otak yang bekerja lebih aktif dalam membaca pola, memahami konteks, dan memproses detail.

Psikologi modern juga menunjukkan bahwa kecerdasan tidak hanya berkaitan dengan IQ. Ada kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kemampuan berpikir kritis, dan sensitivitas terhadap lingkungan. Semua ini dapat memengaruhi apa yang seseorang toleransi dan apa yang membuat mereka terganggu.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (20/5), jika beberapa perilaku berikut sering membuat Anda kesal, mungkin itu bukan pertanda bahwa Anda sulit bergaul. Bisa jadi, otak Anda memang bekerja lebih dalam daripada kebanyakan orang.

1. Percakapan Dangkal yang Tidak Memiliki Makna

Banyak orang menikmati obrolan ringan tentang cuaca, gosip selebriti, atau topik-topik permukaan. Namun sebagian orang merasa cepat lelah menghadapi percakapan semacam itu.

Dalam psikologi, individu dengan kecenderungan berpikir mendalam biasanya mencari percakapan yang memberikan stimulasi intelektual atau emosional. Mereka lebih tertarik pada ide, pengalaman hidup, motivasi manusia, filosofi, atau diskusi yang memiliki substansi.

Bukan berarti mereka merasa lebih hebat daripada orang lain. Hanya saja, otak mereka membutuhkan tingkat keterlibatan mental yang lebih tinggi agar merasa terhubung.

Penelitian mengenai “need for cognition” menunjukkan bahwa sebagian orang memang memiliki kebutuhan alami untuk berpikir lebih dalam dan mengeksplorasi ide kompleks. Karena itu, obrolan yang terlalu dangkal bisa terasa melelahkan dan tidak memuaskan.

Orang seperti ini biasanya:

Lebih menikmati diskusi satu lawan satu dibanding keramaian
Cepat bosan dengan basa-basi berulang
Suka membahas makna, tujuan, dan konsep besar
Merasa lebih hidup saat berbicara dengan orang yang reflektif

Jika Anda merasa frustrasi ketika percakapan hanya berputar pada topik sepele, itu bisa menjadi tanda bahwa otak Anda mendambakan stimulasi yang lebih kaya.

2. Ketidakjujuran Kecil Sekalipun

Sebagian orang menganggap kebohongan kecil adalah hal biasa. Misalnya berpura-pura sibuk, melebih-lebihkan cerita, atau menyembunyikan fakta demi kenyamanan sosial.

Namun bagi orang dengan kesadaran psikologis tinggi, ketidakjujuran kecil bisa terasa sangat mengganggu.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore