
seseorang yang tidak memiliki teman untuk dihubungi. (Freepik/benzoix)
JawaPos.com - Di era digital, angka sering kali menjadi ukuran yang menipu. Memiliki ratusan bahkan ribuan “teman” di media sosial bisa memberikan ilusi koneksi sosial yang kuat.
Namun, kenyataannya tidak sedikit orang yang merasa sangat sendirian ketika menghadapi masa sulit. Ketika krisis datang—baik itu masalah emosional, finansial, atau kesehatan—tidak ada satu pun nama yang benar-benar bisa dihubungi.
Fenomena ini bukan sekadar kebetulan. Dalam psikologi, ada pola perilaku dan karakter tertentu yang sering muncul pada individu yang tampak “terhubung” secara sosial, tetapi sebenarnya mengalami kesepian mendalam.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh ciri yang biasanya mereka tunjukkan:
1. Hubungan yang Bersifat Dangkal (Superficial Connections)
Orang dengan ratusan teman di media sosial sering kali memiliki hubungan yang luas, tetapi tidak dalam. Interaksi yang terjadi biasanya sebatas like, komentar singkat, atau pesan ringan.
Dalam psikologi sosial, kualitas hubungan jauh lebih penting daripada kuantitas. Tanpa kedalaman emosional, hubungan tersebut tidak mampu memberikan dukungan saat dibutuhkan. Akibatnya, ketika krisis datang, tidak ada kedekatan yang cukup kuat untuk meminta bantuan.
2. Kesulitan Menjadi Rentan (Fear of Vulnerability)
Salah satu kunci kedekatan emosional adalah kemampuan untuk terbuka dan menunjukkan sisi rentan. Namun, banyak orang yang aktif di media sosial justru menampilkan versi “sempurna” dari dirinya.
Mereka jarang membagikan kesulitan atau perasaan sebenarnya. Akibatnya, orang lain tidak pernah benar-benar mengenal mereka secara mendalam. Tanpa keterbukaan, kepercayaan tidak terbentuk—dan tanpa kepercayaan, hubungan tidak bisa menjadi tempat bersandar saat krisis.
3. Menggantungkan Validasi pada Media Sosial
Bagi sebagian orang, media sosial menjadi sumber utama validasi diri. Jumlah like, komentar, dan followers menjadi indikator harga diri.
Masalahnya, validasi semacam ini bersifat sementara dan tidak menggantikan dukungan emosional yang nyata. Ketika menghadapi masalah serius, notifikasi tidak bisa menggantikan percakapan yang tulus atau kehadiran seseorang secara nyata.
4. Kurangnya Investasi dalam Hubungan Nyata
Hubungan yang kuat membutuhkan waktu, energi, dan perhatian. Orang yang terlalu fokus pada dunia digital sering kali mengabaikan hubungan di dunia nyata.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
