
seseorang yang menua terjebak rutinitas. (Freepik/Lifestylememory)
JawaPos.com - Memasuki usia 60 tahun ke atas sering kali dianggap sebagai fase kehidupan yang lebih tenang. Namun, tidak sedikit orang yang justru merasa terjebak dalam rutinitas yang monoton, kehilangan semangat, bahkan merasa hidup berjalan tanpa arah. Dalam perspektif psikologi, kondisi ini bukan semata karena faktor usia, melainkan akibat pola pikir dan kebiasaan harian yang tanpa disadari terus diulang.
Menariknya, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan setiap hari oleh mereka yang merasa “stuck” di fase ini.
Kesalahan-kesalahan ini tampak sederhana, tetapi dampaknya besar terhadap kesejahteraan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh kesalahan harian tersebut:
1. Menganggap Diri Sudah “Terlambat” untuk Berubah
Salah satu kesalahan terbesar adalah keyakinan bahwa perubahan hanya milik orang muda. Banyak orang di usia 60+ berpikir, “Sudah terlambat untuk mencoba hal baru.”
Padahal, psikologi perkembangan menunjukkan bahwa otak manusia tetap memiliki kemampuan beradaptasi (neuroplasticity) bahkan di usia lanjut. Keyakinan bahwa perubahan tidak mungkin justru menjadi penghalang utama.
Dampaknya:
Rasa stagnan semakin kuat karena tidak ada usaha untuk berkembang.
2. Terjebak dalam Rutinitas yang Sama Setiap Hari
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022