Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 April 2026 | 19.05 WIB

10 Cara Orang Menjalin Hubungan Sebelum Aplikasi Kencan dan Mengapa Itu Lebih Efektif Menurut Psikologi

seseorang yang menjalin hubungan sebelum adanya aplikasi kencan. (Freepik/dusanpetkovic) - Image

seseorang yang menjalin hubungan sebelum adanya aplikasi kencan. (Freepik/dusanpetkovic)


JawaPos.com - Di era modern, aplikasi kencan seperti Tinder, Bumble, atau lainnya membuat proses mencari pasangan terasa cepat, praktis, dan penuh pilihan. Namun, kemudahan ini tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas hubungan.

Menariknya, sebelum aplikasi kencan hadir, banyak orang membangun hubungan dengan cara yang secara psikologis justru lebih sehat dan berkelanjutan.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (1/4), terdapat 10 cara yang dulu dilakukan—dan kenapa metode ini seringkali lebih efektif.

1. Bertemu Secara Langsung (Face-to-Face)

Sebelum aplikasi kencan, orang bertemu langsung di sekolah, tempat kerja, acara sosial, atau melalui teman.

Mengapa lebih efektif:
Interaksi langsung memungkinkan kita membaca bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan energi emosional seseorang. Ini membantu otak menilai kecocokan secara lebih akurat dibandingkan hanya melalui foto dan chat.

2. Lingkaran Sosial sebagai “Filter Alami”

Dulu, banyak pasangan dipertemukan oleh teman atau keluarga.

Mengapa lebih efektif:
Lingkaran sosial bertindak sebagai “sistem kurasi alami”. Orang cenderung diperkenalkan dengan individu yang memiliki nilai, latar belakang, atau kebiasaan yang relatif kompatibel.

3. Proses yang Lebih Lambat

Hubungan tidak dimulai dengan swipe cepat, tetapi berkembang perlahan.

Mengapa lebih efektif:
Psikologi menunjukkan bahwa keterikatan emosional yang dibangun secara bertahap cenderung lebih kuat dan stabil. Proses lambat memberi waktu untuk mengenal kepribadian secara mendalam.

4. Fokus pada Satu Orang

Pilihan yang terbatas membuat orang lebih fokus pada satu calon pasangan.

Mengapa lebih efektif:
Terlalu banyak pilihan (choice overload) justru bisa membuat seseorang sulit berkomitmen dan terus mencari “yang lebih baik”. Dulu, orang lebih menghargai apa yang ada.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore